Video
VIDEO - Afghanistan Diambang Kerawanan Pangan yang Akut
Harga bahan makanan pokok telah meningkat drastis, banyak keluarga Afghanistan terpaksa makan dengan nasi dan kacang-kacangan tanpa daging.
Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM, AFGHANISTAN - Kehilangan pekerjaan, kekurangan uang tunai dan melonjaknya harga menciptakan kelas baru kelaparan di Afghanistan.
Kekeringan dan kelaparan membuat ribuan orang berpindah dari pedesaan menuju kota, bahkan Program Pangan Dunia khawatir persediaan makanan akan habis di akhir bulan ini.
14 juta warga Afghanistan sedang rawan pangan yang bisa membuat mereka terancam kelaparan.
Menurut survei terbaru yang dilakukan Program Pangan Dunia PBB (WFP) sebanyak 14 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut termasuk 2 juta anak-anak yang berisiko kekurangan gizi.
Tingkat kegawatdaruratan gizi buruk akut terdapat di 27 dari 34 provinsi.
Harga bahan makanan pokok telah meningkat drastis, banyak keluarga Afghanistan terpaksa makan dengan nasi dan kacang-kacangan tanpa ayam dan daging lainnya.
Setelah pemerintahan baru Taliban berkuasa pada pertengahan Agustus lalu, mayoritas pedesaan di Afghanistan telah mengalami penurunan kekerasan.
Selain tak ada lagi serangan udara dan pertempuran sengit, sebagian besar pos pemeriksaan pun telah hilang.(ANTARA)
Baca juga: Utusan Afghanistan Mundur dari Debat Majelis Umum PBB, Taliban Kirim Nama Baru
Baca juga: Parvana, Kisah Gadis Kecil Afghanistan yang Mengubah Diri Jadi Pria dan Menjual Tulang Manusia