Afghanistan
Parvana, Kisah Gadis Kecil Afghanistan yang Mengubah Diri Jadi Pria dan Menjual Tulang Manusia
Tanpa sengaja Parvana bertemu Shauzia di pasar, teman sekolahnya, yang juga berubah tampilan menjadi seorang bocah laki-laki.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Fikar W Eda I Jakarta
SERAMBINEWS.COM,JAKARTA - Perang melahirkan derita panjang. Tak terkecuali di Afghanistan. Luka perang menganga sejak1978 ketika tentara dukungan dua kekuatan besar dunia, Amerika dan Uni Soviet saling berperang.
Lalu pada 1980, Soviet benar-benar menyerbu negeri itu dan kemudian angkat kaki pada 1989 karena kehabisan daya.
Soviet mendapat perlawanan keras rakyat Afghanistan dan kelompok perlawanan yang menamakan diri Taliban.
Ketika Soviet hengkang, Afghanistan dikuasai Taliban dan menjalankan pemerintahan sejak 1996 sampai 2001 sebelum kemudian datang militer Amerika Serikat membentuk pemerintahan sokongan Amerika.
Taliban kembali melakukan perlawanan tanpa henti, puncaknya berhasil mengusir Amerika pada 2021, setelah perang selama 20 tahun.
• Masa Emas Taliban Pimpin Afghanistan Diprediksi Akan Segera Hancur, Sosok Ini Ungkap Penyebabnya
Bagaimana derita anak-anak Afghanistan yang menjadi korban perang?
Itulah yang dikisahkan pengarang Deborah Ellis dalam novel trilogi "Parvana" diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia 2011.
Buku satu Parvana: Sang Pencari Nafkah, Buku dua Pervana: Di Lembah Hijau dan buku 3 Parvana: Kota Lumpur.
Judul asli novel ini "Breadwinner" telah diterbitkan dalam terjemahan banyak bahasa termasuk Indonesia dan meraih sejumlah penghargaan.
Novel ini berlatar Afghanistan pasca pendudukan Soviet dan saat pemerintahan dijalankan Taliban.
Novel ini memberi perhatian khusus terhadap perjuangan anak-anak perempuan Afghanistan.
Deborah Ellis, kelahiran Kanada 7 Agustus 1960, tampak dikenal juga sebagai aktivis yang mendedikasikan diri pada anak-anak korban perang di dunia ketiga.
Hasil royalti penjualan buku ini diberikan untuk membantu anak-anak korban perang Afghanistan.
Parvana adalah nama gadis kecil harus kerja keras membantu ayahnya yang terluka akibat bom yang dijatuhkan di Kabul.
• Taliban Ingin Berbicara di Majelis Umum PBB Sebagai Pemerintah Resmi Afghanistan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/trilogi-0ujknm.jpg)