Breaking News:

Anggaran Daerah

Serapan APBA Rendah Dituding Akibat Kebijakan Transaksional, GeRAK: Kinerja Sekda Gagal Total

Menurut Askhalani, selama ini pola komunikasi Sekda Aceh tidak fokus pada konteks mendorong belanja daerah tapi lebih kepada kegiatan serimonial yang

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
Askhalani, Koordinator GeRAK Aceh mengatakan selama ini pola komunikasi Sekda Aceh tidak fokus pada konteks mendorong belanja daerah tapi lebih kepada kegiatan serimonial yang tidak memiliki relevansi dengan kinerja SKPA. 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - LSM Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh menilai rendahnya serapan APBA 2021 disebabkan adanya kebijakan transaksional.

Hal ini merujuk pada kegiatan dan program untuk termin ke-6 atau termin akhir dalam tahun anggaran 2021 atas kinerja Pemerintah Aceh.

"Jika merujuk pada beberapa indikator dapat disimpulkan adanya beberapa hal. Di antaranya kurangnya pengawasan top manajer oleh TAPA selaku pihak yang bertanggung jawab atas kinerja SKPA," kata Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani SH, Kamis (30/9/2021).

Menurut Askhalani, selama ini pola komunikasi Sekda Aceh tidak fokus pada konteks mendorong belanja daerah tapi lebih kepada kegiatan serimonial yang tidak memiliki relevansi dengan kinerja SKPA.

Baca juga: Sampah TPA Blangbintang akan Jadi Bahan Bakar Semen PT SBI, Dikelola Modern dan Ramah Lingkungan

"Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja Sekda sebagai top leader manajemen gagal total. Selain itu, kurangnya inovasi dari SKPA juga menyebabkan meningkatnya kondisi politik kebijakan yang berujung pada kebijakan transaksional," ungkap Askhalani.

Hal ini, lanjutnya, bisa dilihat dari masih banyak pos anggaran untuk kegiatan penunjang publik tidak dapat dieksekusi karena tingginya dominan politik transaksional yang berujung pada kepentingan relasi dan prilaku koruptif.

Parahnya, kata Askhalani, kondisi ini dipengaruhi oleh aktor lain di luar pemerintahan Aceh.

"Sehingga sangat banyak kegiatan dan program tahun ini tidak dapat dilaksanakan dan ini semua disebabkan oleh kebijakan yang koruptif yang dipelihara sehingga sampai akhir tahun akan cukup tinggi Silpa atas anggaran APBA 2021," ujar dia.

Baca juga: Oknum Perawat Laporkan Artis Shandy Aulia atas Dugaan Endorse Judi Online

Di sisi lain, jelas Askhalani, jika merujuk pada kondisi sosial politik lokal Aceh, faktor rendahnya serapan anggaran juga dipengaruhi oleh kinerja gubernur yang tidak fokus pada upaya mengejar rencana target dari visi-misi sebagaimana yang telah dirumuskan dalam RPJMA tahun 2017-2022.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved