Breaking News:

Berita Banda Aceh

Siti Nadia: Untuk Cegah Learning Loss, Disdik Aceh Harus Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

Untuk itu, Siti Nadia berharap dinas pendidikan dapat mengawasi penerapan protokol kesehatan serta mempercepat proses vaksinasi bagi guru, tenaga pend

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Faisal Zamzami
(Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi M Epid 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengatakan saat ini pemerintah terus mematangkan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM), salah satunya dengan melakukan vaksinasi' title=' vaksinasi'> vaksinasi bagi warga sekolah.

Alasannya, pemerintah mulai mengkhawatirkan peserta didik mengalami ketertinggalan pendidikan (learning loss) selama menjalani pembelajaran jarak jauh (daring). Hal itu akan berimbas pada kualitas sumber daya manusia Indonesia beberapa tahun ke depan.

“Kalau kita melakukan pembelajaran tatap muka, protokol kesehatan harus benar-benar dilaksanakan. Kita ingin pada saat PTM nanti, para pengajar dan peserta didik harus sudah di vaksin, harus sudah ada verifikasi dari dinas pendidikan setempat,” kata Siti Nadia dalam Webinar Nasional Vaccine Goes to School dengan tema “Vaksinasi Tuntas, Belajar Tatap Muka Lancar,” Kamis (30/9/2021).

Untuk itu, Siti Nadia berharap dinas pendidikan dapat mengawasi penerapan protokol kesehatan serta mempercepat proses vaksinasi' title=' vaksinasi'> vaksinasi bagi guru, tenaga pendidikan, dan pelajar (siswa).

“Vaksin ini berguna untuk menurunkan jumlah kejadian infeksi hingga 65 persen. Oleh karena itu, orang yang tidak divaksin berisiko lebih tinggi terinfeksi Covid-19 tiga kali lebih tinggi daripada risiko orang yang sudah divaksin,” ujarnya.

Baca juga: Orang Tua Siswa Dukung Vaksinasi, Harap Segera Bisa Belajar Tatap Muka

Baca juga: Kemenkes RI Sebut Vaksinasi tak Berhubungan dengan Pembelajaran Tatap Muka, Ini yang Harus Dilakukan

Menurut Siti Nadia, vaksinasi' title=' vaksinasi'> vaksinasi harus dilakukan secara merata mulai anak usia di atas 12 tahun hingga orang dewasa.

Cakupan vaksinasi' title=' vaksinasi'> vaksinasi orang dewasa yang rendah, lanjutnya, akan menyebabkan risiko penularan kepada anak yang belum di vaksin atau berusia di bawah 12 tahun.

“Saya juga mengajak semua pihak untuk tidak mudah percaya saat menerima dan membaca berita negatif di media sosial terkait vaksinasi' title=' vaksinasi'> vaksinasi Covid-19. Jika itu ditulis bukan oleh ahlinya bisa menyesatkan dan pada saat kita tertular Covid-19, hoaks tidak akan dapat menolong kita,” katanya.

Menurut Siti Nadia, saat ini sudah banyak situs resmi yang dapat diakses untuk mendapatkan informasi yang benar terkait vaksin dan Covid-19.

Ia mencontohkan melalui Website Kemenkes RI, Kominfo RI, dan situs resmi lainnya, sehingga informasi yang didapat adalah benar adanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya dalam memutusrantai penyebaran wabah Covid-19.

Antara lain dengan menggalakkan masker yang digaungkan melalui Program Gerakan Masker Aceh (Gema), Gerakan Masker Siswa (Gemas) tahap I dan II, serta upaya lainnya.

“Pemerintah Aceh saat ini juga masih terus melakukan upaya vaksinasi' title=' vaksinasi'> vaksinasi bagi guru dan dilanjutkan dengan siswa pada jenjang SMP dan SMA sederajat,” ungkapnya.

Kesemua program ini, menurut Alhudri, bertujuan sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

Ia menyebutkan jumlah penerima vaksinasi' title=' vaksinasi'> vaksinasi bagi warga sekolah terus meningkat setiap harinya.

“Kami akan terus mengampanyekan pentingnya vaksinasi' title=' vaksinasi'> vaksinasi sehingga tahun 2022 agenda vaksinasi' title=' vaksinasi'> vaksinasi bisa selesai. Karena kita sadari bersama kalau agenda vaksinasi' title=' vaksinasi'> vaksinasi belum selesai maka pelayanan tidak dapat dilakukan secara maksimal termasuk pendidikan akan sulit berjalan,” tuturnya.

Pada hari ini sebanyak 157 Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Aceh, berhasil melakukan vaksinasi' title=' vaksinasi'> vaksinasi Covid-19 lebih dari 75 persen dari total jumlah siswa yang ada.

Jumlah itu bertambah secara signifikan berdasarkan update terakhir pada Rabu (29/9/2021) yang berjumlah 99 sekolah. (*)

Baca juga: Dubes Jepang Beri Penghargaan Kepada Pangeran Abdullah bin Faisal bin Turki Al-Saud

Baca juga: Arab Saudi Operasikan Pusat Rehabilitasi Fisik di Yaman

Baca juga: Penguasa Dubai Sheikh Mohammed Bergabung Dengan Pengunjung Expo Dubai 2020

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved