Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Pipa Jaringan Gas Rumah Tangga di Lhokseumawe Bocor Lagi, Ini Tanggapan PTPL 

Sedangkan gas yang tercium setiap saat oleh warga tersebut diduga akibat adanya kebocoran pipa jaringan gas (Jargas) rumah tangga.

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Saiful Bahri
Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi memerlihatkaan lokasi kebocoran gas yang diduga dari pipa jaringan gas rumah tangga di Lhokseumawe, Minggu (3/10/2021) 

Sedangkan gas yang tercium setiap saat oleh warga tersebut diduga akibat adanya kebocoran pipa jaringan gas (Jargas) rumah tangga.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Warga di Dusun Keude Baro, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, dekat Jalan Medan-Banda Aceh (kawasan Halte), mengeluh bau gas yang sudah tercium. 

Bahkan bau gas ini sudah terjadi selama delapan bulan terakhir.

Sedangkan gas yang tercium setiap saat oleh warga tersebut diduga akibat adanya kebocoran pipa jaringan gas (Jargas) rumah tangga.

Direksi PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL) Hariadi, yang dihubungi Serambinews.com, Minggu (3/10/2021), sore, mengakui adanya kebocoran jaringan gas di lokasi tersebut.

"Tim kita sudah survei ke lokasi. Benar adanya kebocoran jaringan gas di dekat halte Desa Meuria Paloh," katanya.

Baca juga: Pemasangan Jaringan Gas Tuntas Tahun Ini, Untuk 14.827 KK Miskin di Tiga Kabupaten/Kota

Menurutnya, pipa yang bocor tersebut adalah pipa induk. 

Namun saat ini, belum bisa diperbaiki karena pengiriman material yang dilakukan Pertagas Niaga dari Jakarta belum sampai ke Lhokseumawe.

"Jadi kita tunggu materialnya tiba di Lhokseumawe. Setelah itu langsung diperbaiki," pungkasnya.

Sebelumnya, Maryani (58) yang rumahnya tepat di depan lokasi kebocoran jaringan gas sekarang ini, pada Serambinews.com, Minggu (3/10/2021), menjelaskan,  pihaknya sudah delapan bulan ini terus mencium bau gas. 

"Terutama pada pagi hari. Kadang-kadang sampai membuat saya pening," katanya.

Selain sangat mengganggu dengan kondisi bau, lanjut Maryani, dalam beberapa bulan terakhir beberapa tanaman warga yang ada di sekitar lokasi juga sudah mati.

Baca juga: Jaringan Gas tak Kunjung Selesai, Pemkab Aceh Tamiang Panggil Adhi Karya dan PGN

"Sangat banyak lokasi bocor. Bisa kita lihat secara jelas saat hujan, sangat banyak gelembung air di lokasi jaringan gas tersebut," katanya.

Hal senada juga diutarakan Khairina (23). Menurutnya, kondisi bau gas tersebut sudah sangat mengkhawatirkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved