Breaking News:

Berita Pidie

Ulama Muda Aceh Tgk H Masrul Aidi Lc Panen Bawang Merah di Pidie

Ulama muda Aceh, Tgk H Masrul Aidi Lc bersama pengusaha Aceh, Zakaria A Gani asal Pidie melakukan panen bawang merah secara serentak di hamparan lahan

Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Ulama Muda Aceh, Ustaz Masrul Aidi Lc (kiri) bersama Pengusahan muda Aceh, Ir Zakaria A Gani (kanan) memanen bawang merah di hamparan lahan Gampong Mesjid Suwiek, Kecamatan Indra Jaya, Pidie, Minggu (3/10/2021). 

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ulama muda Aceh, Tgk H Masrul Aidi Lc bersama pengusaha Aceh, Zakaria A Gani asal Pidie melakukan panen bawang merah secara serentak di hamparan lahan 16  Hektare secara bertahap di  Gampong Mesjid Suwiek, Kecamatan Indra Jaya,  Pidie, Minggu (3/10/2021). 

Panen bawang merah dari usaha pengembangan dengan penerapan teknologi pertanian yang digagas oleh Yayasan Pioner Nusantara ini  dilakukan dengan melibatkan para petani lokal.

"Adapun panen yang dilakukan dengan melibatkan ulama muda Aceh, Ustaz Masrul Aidi Lc ini kami undang guna mengambil sempena atas keberkahan rezeki yang dititipkan oleh Allah SWT dari usaha pengembangan ekonomi masyarakat pada sektor pertanian, " kata Ir Zakaria A Gani kepada Serambinews.com,  Minggu (3/10/2021).

Baca juga: Ini Keuntungan Perusahaan Kelapa Sawit Bangun Kebun Plasma di Aceh Singkil

Sebelumnya juga lahan pengembangan usaha bawang merah pada pola tanam raya di kawasan Kemukiman Suwiek.

Pada penanaman perdana dilakukan oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil di Gampong Mesjid Suwiek, Kecamatan Indrajaya, Pidie, Selasa (27/7/2021) lalu.

Menurut Wakil Ketua Bidang Industri  Kadin Aceh, panen bawang usaha pengembangan perekonomian petani lokal tersebut dilakukan bertepatan pada usia dua bulan dengan penerapan edukasi teknologi pertanian secara menyeluruh bagi ratusan petani. 

Salah satunya penyiraman dengan kadar air yang cukup, pengaturan PH tanah, serta tidak mengandalkan pupuk kimia yang tinggi.

Baca juga: Pertama Dalam Sejarah, Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Tembus Rp 2 Ribu Per Kilo di Aceh Singkil 

Berikutnya hasil panen bawang musti dilakukan pengantungan untuk menjaga kwalitas dan menjaga harga. 

"Maka tidak mengherankan dalam pola tanam bawang ini dalam setiap kilo benih maka dapat menghasilkan hasil 18 sampai 20 Kg dengan menerapkan pola ini selalu di kawal agar pencapaian hasil lebih maksimal," jelasnya yang Dibenarkan oleh salah satu petani, Mustafa (45).

Ulama muda Aceh, Ustaz H Masrul Aidi Lc kepada Serambinews.com, Minggu (3/10/2021) mengatakan, program pengembangan perekonomian masyarakat lewat usaha bagi hasil 60 persen untuk petani dan 40 persen bagi pemodal ini menjadi referensi sebagaimana yang dilakukan oleh pengusaha Aceh dalam memberdayakan ekonomi masyarakat lokal.

Baca juga: ISKADA Aceh Gelar Lomba Dai Virtual, Berhadiah Total Rp 6 Juta

"Tentunya ini dapat dilakukan oleh pihak lain yang juga termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI) sehingga masyarakat atau petani Aceh dapat keluar dari klaim daerah miskin," jelasnya.

Menurut pimpinan Dayah Babul Maghfirah, Gampong Cot Keueng, Kabupaten Aceh Besar ini, bahwa membantu modal dalam pengembangan usaha bagi setiap muslim, maka jangan pernah takut akan miskin atau papa.

Akan tetapi dalam hal ini Tuhan selalu berkomitmen membantu keberkahan hidup bagi orang yang berjiwa besar, yaitu saling membantu dengan keuntungan yang berlimpah. 

"Jadikan hidup kita ini selalu menjadi donatur dalam pengembangan usaha warga miskin, maka Allah senantiasa memberikan rezeki yang yang tidak terduga dan selalu mewarnai kebahagiaan hidup," ungkapnya. (*)

Baca juga: Pencari Kerang Hilang Saat Menyelam, SAR Susuri Pantai Kualagenting

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved