Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Dapat Nilai Tertinggi Tes SKD, Reny Octavira tak Lulus Masuk Sekolah Tinggi Transportasi Darat 

emaja putri asal Kota Dingin Takengon ini, meraih nilai tertinggi di tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan perolehan nilai 389

Penulis: Mahyadi | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Rekap nama nama calon mahasiswa yang meraih peringkat pada seleksi calon mahasiswa sekolah kedinasan tahun 2021 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Reny Octavira salah satu calon mahasiswa yang mengambil jurusan D-III Management Transportasi Jalan di Politeknik Transportasi Darat Indonesia -Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) mengaku kecewa dengan proses seleksi untuk masuk sekolah kedinasan tersebut. 

Pasalnya, remaja putri asal Kota Dingin Takengon ini, meraih nilai tertinggi di tahap Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD) dengan perolehan nilai 389.

Bahkan Reny menduduki rangking pertama dari 22 calon mahasiswa yang mengikuti seleksi. 

Walau mendapat rangking pertama di tahap SKD, tetapi Reny Octavira dinyatakan tidak lulus masuk sekolah kedinasan tersebut.

Justru yang lulus, peserta yang memiliki nilai jauh dibawah Reny Octavira. 

Baca juga: BKN Beri Jawaban Mengapa Banyak Peserta SKD CPNS 2021 Raih Skor Tinggi, Apa Soalnya Lebih Mudah?

Kekecewaan tersebut, bukan hanya dirasakan oleh Reny Octavira. Tetapi, orang tuanya merasa tidak puas dengan hasil seleksi yang dinilai kurang transparan.

Ayah Reny Octavira, Ruhdi kepada Serambinews.com, Selasa (5/10/2021) menuturkan, jika pihaknya telah melayangkan surat protes atau keberatan ke Kementerian Perhubungan Darat terkait dengan hasil tes masuk Politeknik Transportasi Darat Indonesia. 

“Saya mempertanyakan kinerja panitia seleksi. Ini jelas kami ragukan. Anak kami mendapatkan nilai tertinggi dari 22 peserta, namun gagal lulus di Politeknik Transportasi Darat Indonesia,” ujar Ruhdi.

Dasar orang tua Reny Octavira melayangkan surat protes, bukan hanya karena meragukan hasil pada tahap seleksi SKD.

Baca juga: Dibuka Abusyik, Ulama Pidie Hingga TNI, Polisi dan Jaksa Bahas Bahaya Judi Online dan Hukumnya

Tapi panitia seleksi juga dinilai masih kurang transparans dalam mengumumkan nilai tes psikologi, kesehatan, jasmani serta wawancara. 

“Seharusnya hasil ini, bisa di akses oleh peserta. Tapi semua sangat tertutup, sehingga terkesan ada permainan dalam penerimaan ini, ” keluh Ruhdi. 

Anehnya lagi, sebut Ruhdi, dalam kuota D-III Managemen Transportasi Jalan yang diluluskan panitia seleksi justru peserta yang sebelumnya menduduki rangking 4 atas nama Ansharudin Karfi dan rangking 9 atas nama Hendri Amaliah. 

“Berbagai upaya sudah kami tempuh untuk mempertanyakan bagaimana sebenarnya proses seleksi ini. Termasuk telah melayangkan surat terbuka, salah satunya ditujukan ke Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah,” ungkap Ruhdi.

Baca juga: Soal Mayat Ditemukan di Krueng Leupung, Polisi Tunggu Hasil Visum

Selain ke Gubernur Aceh, Ruhdi juga telah melayangkan surat keberatan ke Kementerian Perhubungan Darat, Ketua DPR Aceh, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Tengah

Ruhdi menambahkan, isi surat yang ia layangkan berkaitan dengan keberatan atas kinerja panitia seleksi yang diduga bermain dengan tidak meluluskan peserta sesuai dengan nomor urut yang sesungguhnya.

“Saya menduga panitia seleksi telah bekerja dengan tidak baik karena mengambil kelulusan tidak berdasarkan nomor urut. Dan kami meminta pihak terkait untuk meluruskan permasalahan ini,” pungkas Ruhdi. 

Sementara itu, proses seleksi masuk Politeknik Transportasi Darat Indonesia, untuk Provinsi Aceh, telah dilaksanakan pada bulan September 2021 lalu yang dipusatkan di Kota Banda Aceh. (*) 

Baca juga: Aulia Raih Skor 421, Ini 10 Peserta dengan Skor Tertinggi SKD CPNS Kemenkumham Aceh Sesi I 3 Oktober

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved