Rabu, 13 Mei 2026

Internasional

Krisis Lebanon Makin Dalam, Politisi dan Bankir Simpan Jutaan Dolar di Luar Negeri

Lebanon yang diterjang krisis berkepanjangan belum juga berakhir. Tetapi, para politisi dan orang kaya Lebanon menyimpan jutaan dolar AS atau ratusan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP/Hussein Malla
Dari kiri: potret politisi Lebanon yang namanya terungkap dalam dokumen Pandora, Perdana Menteri Lebanon Najib Makati, Riad Salameh dan mantan Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Lebanon yang diterjang krisis berkepanjangan belum juga berakhir.

Tetapi, para politisi dan orang kaya Lebanon menyimpan jutaan dolar AS atau ratusan triliunan rupiah di luar negeri.

Hal itu berdasarkan sebuah kumpulan dokumen yang bocor mengkonfirmasi ada dana diparkir di luar negeri.

Dilansir AP, Rabu (6/10/2021), selama bertahun-tahun, para politisi dan bankir Lebanon menyimpan kekayaan di luar negeri.

Simpanan itu digunakan untuk membeli properti mahal, sebuah wahyu yang menyakitkan bagi warga Lebanon yang miskin.

Warga telah terperangkap dalam salah satu krisis terburuk di dunia dalam beberapa dekade.

Beberapa dari pemegang rekening luar negeri yang baru dikeluarkan adalah milik elit penguasa yang sama.

Dia dituduh sebagai penyebab keruntuhan kehidupan rakyat biasa Lebanon yang telah kehilangan akses ke tabungan.

Bahkan, sekarang berjuang mendapatkan bahan bakar, listrik, dan obat-obatan.

Nama-nama dalam dokumen yang bocor termasuk gubernur bank sentral lama.

Seorang tokoh penting dalam kebijakan gagal yang membantu memicu krisis keuangan, serta Perdana Menteri Najib Mikati dan pendahulunya.

Dokumen-dokumen tersebut, yang diberi nama “Makalah Pandora”, diperiksa oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional, dengan temuan pertama dirilis pada Minggu (3/10/2021).

Baca juga: Perusahaan Listrik Lebanon Krisis Bahan Bakar, Negeri Terancam Gelap Gulita

Laporan ICIJ mengungkap rahasia elit kaya di 200 negara lebih.

Hal itu didasarkan pada tinjauan terhadap hampir 11,9 juta catatan yang diperoleh dari 14 perusahaan.

Perusahaanini menyediakan layanan mendirikan perusahaan lepas pantai dan perusahaan cangkang.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved