Rabu, 22 April 2026

Internasional

Pemukim Yahudi Serang Desa Palestina, Tentara Israel Hanya Melihat Tanpa Bertindak

Puluhan pemukim Yahudi menyerang bukit-bukit berdebu, melemparkan batu ke sebuah desa kecil Palestina di siang bolong.

Editor: M Nur Pakar
AP/Nasser Nasser
Seorang pria Palestina bersandar pada kendaraannya yang hancur setelah serangan pemukim Yahudi di komunitas Badui, desa al-Mufagara Tepi Barat, dekat Hebron, Kamis (30/9/2021). 

SERAMBINEWS.COM, Al-MUFAGARA - Puluhan pemukim Yahudi menyerang bukit-bukit berdebu, melemparkan batu ke sebuah desa kecil Palestina di siang bolong.

Serangan itu menghancurkan jendela, mobil, dan tangki air saat keluarga bersembunyi di dalam rumah.

Dilansir AP, Rabu (6/10/2021), tentara Israel yang berjaga dilokasi itu hanya memandang, tanpa melakukan tindakan apapun.

Orang-orang Palestina di bagian pedesaan Tepi Barat yang diduduki ini mengatakan serangan minggu lalu itu sangat kejam tetapi bukan hal yang aneh.

Mereka melihatnya sebagai bagian dari upaya yang jauh lebih besar oleh Israel untuk memaksa meninggalkan tanah mereka.

Termasuk dengan memotong sumber daya air penting di wilayah yang kering.

Baca juga: Presiden Palestina Ancam Cabut Pengakuan Israel, Yahudi Tuduh Palestina Tolak Berdamai

Beberapa hari setelah serangan, seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dirawat di rumah sakit.

Kepalanya dihantam batu saat keluarganya bersembunyi di dalam rumah dan penduduk desa Al-Mufagara mengamati kerusakan.

Itu termasuk tangki air yang pecah yang menjadi sandaran komunitas Badui dan ternaknya.

“Mereka menyerang semua yang kami miliki, wadah air kami, hewan kami, pohon kami, rumah kami,” kata Mohammed Rahbi, wakil kepala dewan daerah pedesaan Yatta.

“Itu adalah serangan terhadap kemanusiaan itu sendiri, ujarnya.

Wilayah yang sulit direbut adalah apa yang dikenal sebagai Area C, 60% dari Tepi Barat yang berada di bawah kendali penuh militer Israel, menurut kesepakatan 1990-an.

Baca juga: 80 Persen Warga Palestina Inginkan Presiden Mahmoud Abbas Mundur

Palestina mengatakan hampir tidak mungkin untuk mendapatkan izin bangunan, bahkan untuk infrastruktur dasar seperti air dan listrik.

Militer telah menetapkan daerah yang mencakup Al-Mufagara sebagai lapangan tembak, sehingga semakin sulit bagi penduduk untuk tetap berada di darat.

Sementara itu pihak berwenang Israel menoleransi pembangunan dua pos pemukiman terdekat yang ilegal bahkan di bawah hukum Israel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved