Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Petani Aceh Tamiang Semakin Minati Padi Organik

"Ada dua kelompok tani yang mengembangkan padi organik, Seurasi dan Tani Jaya. Tentunya luas lahan pertaniannya juga semakin bertambah

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA
Forkopimda Aceh Tamiang ketika memanen perdana padi organik di Karangbaru, kemarin. SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA 

"Ada dua kelompok tani yang mengembangkan padi organik, Seurasi dan Tani Jaya. Tentunya luas lahan pertaniannya juga semakin bertambah

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pengolahan padi secara organik semakin diminati petani di Aceh Tamiang.

Luas lahan yang awalnya hanya 2,3 hektare, kini bertambah drastis menjadi 20 hektare.

Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang, Yunus mengungkapkan penambahan luas lahan ini terjadi signifikan dalam dua bulan terakhir.

Bila di awal pengembangan padi organik hanya dilakukan oleh satu kelompok tani, kini muncul kelompok tani baru yang ikut melakukan budidaya padi non-pupuk kimia ini.

"Ada dua kelompok tani yang mengembangkan padi organik, Seurasi dan Tani Jaya. Tentunya luas lahan pertaniannya juga semakin bertambah," kata Yunus, Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Transaksi Chip Judi Online di Warung Kopi, Polisi Ringkus Seorang Warga Mila

Baca juga: Bupati Panen Jagung Serentak di Pidie Jaya, Ini Jumlah Hasil Panen yang Dicapai Dalam Setiap Hektare

Baca juga: Lowongan Kerja D3, D4 dan S1 di Perusahaan Manufaktur PT Aisin Indonesia Automotive, Cek Syaratnya!

Dia menambahkan penambahan areal lahan ini berada di dua titik,masing-masing di Kampung Pahlawan seluas 14,7 hektare di Kampung Tanahterban 10 hektare.

Dengan adanya penambahan luas ini, total areal pengembangan padi organik sudah mencapai 20 hektare.

Yunus mengungkapkan dua kelompok tani ini mengakui metode penanaman menggunakan pupuk kompos organik membuat tanah semakin subur sehingga berdampak pada hasil produksi signifikan.

Kesuburan tanah ini disebutnya ditandai mulai adanya mahluk hidup lain di sawah serta munculnya tanaman azolla.

"Azolla ini tidak akan hidup di tanah yang rusak, ini indikator tanah mulai sehat akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan," ungkapnya seraya menambahkan kesuburan persawahan zaman dulu ditandai dengan adanya ikan yang hidup di sawah.

Dia menambahkan kelompok Tani Jaya yang tergolong baru mengadopsi padi organik sudah melakukan tanam perdana pada Selasa (5/10/2021). Tanam perdana ini pun dilakukan secara meriha karena mengundang unsur Forkopimda Aceh Tamiang dan sejumlah perwakilan masyarakat yang bergelut di bidang pertanian.
"Alhamdulillah ada kenaikan hasil produksi, kalau kemarin dapatnya 6 ton per hektare, panen terbaru bisa menghasilkan 7,8 ton," sebut Yunus.
Laporan hasil ini pun disambuat antusias oleh Bupati Aceh Tamiang, Mursil. Dia berharap petani menjaga kualitas organik ini dan menghindari kecurigaan masyarakat kalau pola penanaman ini dicampur dengan pupuk anorganik.
"Saya minta kejujuran petani, kalau ada yang curang hancur kita. Yang kita rintis selama bertahun-tahun akan hancur seketika," kata Mursil.
Untuk mencegah terjadinya potensi kecurangan ini, Mursil sudah mewanti-wanti padi yang ditanam tidak boleh dibawa pulang, melainkan harus dibawa ke kilang khusus padi organik. Dalam kesempatan itu Musil secara khusus berterimakasih kepada Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) Aceh yang mendukung penuh pengembangan padi organik di Aceh Tamiang. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved