Senin, 13 April 2026

Internasional

Pengadilan Tinggi Inggris Sebut Penguasa Dubai Retas Telepon Mantan Istri

Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, meretas ponsel mantan istrinya Putri Haya. Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid

Editor: M Nur Pakar
AP/Amr Nabil/File
Perdana Menteri Uni Emirat Arab Sheikh Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, meretas ponsel mantan istrinya Putri Haya.

Hal itu disampaikan oleh pengacaranya selama pertempuran hukum atas hak asuh dua anak mereka di Pengadilan Tinggi Inggris pada Rabu (6/10/2021).

Sheikh Mohammed, yang juga wakil presiden dan perdana menteri Uni Emirat Arab, memberikan kewenangan tersurat maupun tersirat.

Untuk meretas telepon sang putri dan pengacaranya menggunakan spyware Pegasus yang diproduksi oleh NSO Group of Israel, kata pengadilan.

Dilansir AP, K amis (7/10/2021), perangkat lunak ini dilisensikan secara eksklusif untuk digunakan oleh layanan keamanan negara.

NSO telah menjadi pusat tuduhan, pemerintah menyalahgunakan teknologi pengawasan elektronik untuk memata-matai lawan politik, aktivis hak asasi manusia, dan jurnalis.

Peretasan telepon Putri Haya terungkap sebagian melalui pekerjaan William Marczak, seorang rekan di Citizen Lab, pengawas keamanan siber di Universitas Toronto.

Baca juga: Skandal Putri Haya, Istri Ke-6 Miliarder Dubai Terungkap, Bayar Rp 22,5 M Selingkuhannya agar Diam

Selain itu, penasihat NSO Cherie Blair, istri mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, menghubungi salah satu pengacara sang putri.

Untuk menginformasikan perusahaan tersebut mencurigai perangkat lunaknya telah disalahgunakan untuk meretas teleponnya.

"Kasus ini menyoroti bahaya yang ditimbulkan oleh perusahaan yang menjual teknologi pengawasan kepada beberapa pemerintah paling represif di dunia," kata Marzcak.

“Jika situasi itu tidak ditangani oleh pemerintah, oleh perusahaan teknologi, dan oleh institusi lain, maka hidup kita terus diawasi pihak lain," tambahnya.

Dia mengatakan tidak hanya menargetkan para pembangkang dan jurnalis, tetapi juga terhadap mantan istri.

Marzcak menyatakan bisa juga menimpa warga biasa terhadap pengawasan semacam ini.

“Saya pikir penting untuk mengatasi ini sekarang sebelum menjadi masalah yang lebih besar.”

Keputusan itu menjadi episode terbaru dalam pertempuran hak asuh yang berlangsung lama antara Sheikh Mohammed (72) dan istrinya yang terasing. Putri Haya (47).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved