Internasional
Italia Terancam Kehilangan Pendapatan dari Pariwisata Halal
Pemerintah Italia terancaman kehilangan pendapatan besar dari sektor pariwisata halal. Hal itu ditemukan berdasarkan sebuah studi akademis yang dipre
"Perpaduan antara budaya Barat dan Muslim, Italia harus menjadi salah satu tujuan pertama turis Muslim," harapnya.
Namun sebaliknya, tambahnya, negara ini tidak memiliki pendekatan keseluruhan yang mampu menciptakan jaringan perhotelan yang luas.
Untuk memperhitungkan kekhasan pariwisata yang memiliki kebutuhan khusus.
Tetapi juga biasanya pengeluaran tinggi dan berkualitas.
Komentarnya muncul di forum keuangan Islam yang diselenggarakan di Turin antara kamar dagang lokal dan universitas.
Studi Universitas Turin mengatakan masalah Italia dengan keramahtamahan halal, pertama-tama didasarkan pada tantangan budaya.
Selain, kurangnya pemahaman tentang peluang besar, terutama pada periode kebangkitan pasca-pandemi.
Salah satu masalah yang dihadapi hotel-hotel Italia dalam menarik wisatawan Muslim adalah adanya minuman beralkohol di minibar hotel.
Tetapi juga tidak adanya salinan Al-Qur'an di kamar dan kurangnya ruang shalat.
Kurangnya produk kosmetik bebas alkohol dan penutur bahasa Arab juga menghadirkan masalah bagi industri pariwisata Italia.
Baca juga: Gedung Pariwisata di Agusen Akan Jadi Balai Rehab Inap Penyalahgunaan Narkoba
“Makanan bersertifikat halal juga merupakan elemen kunci dalam daya tarik wisatawan pembelanjaan besar dari negara-negara Teluk," kata studi tersebut.
"Kami menemukan sektor makanan dan minuman halal pada 2019 mencapai nilai $1,4 miliar di seluruh dunia," tambahnya.
"Ada pertumbuhan berkelanjutan dari tahun ke tahun,” kata studi tersebut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pariwisata-sungai-di-italia.jpg)