Selasa, 2 Juni 2026

Internasional

Jerman Akan Tetap Memprioritaskan Keamanan Israel, Yahudi Peringati Holokus

Jerman akan tetap memprioritaskan keamanan Israel bagi setiap pemerintahan Jerman. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan selama tur perpisahan di

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Kanselir Jerman, Angela Merkel menggelar konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett di Jerusalem, Minggu (10/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Jerman akan tetap memprioritaskan keamanan Israel bagi setiap pemerintahan Jerman.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan selama tur perpisahan di negara Yahudi itu pada Minggu (10/10/2021) menjelang akhir masa jabatannya selama 16 tahun.

Merkel, melakukan kunjungan kedelapan dan terakhirnya sebagai kanselir sebelum pensiun dari politik.

Dia mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Naftali Bennett sebelum mengunjungi peringatan Holokus Jerusalem, Yad Vashem.

"Setelah kejahatan terhadap kemanusiaan Shoah (Holocaust), dimungkinkan untuk mengatur ulang dan membangun kembali hubungan," kata Merkel yang berdiri di samping Bennett.

“Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menekankan topik keamanan Israel akan menjadi pusat perhatian dan topik utama setiap pemerintahan Jerman," ujar Merkel.

Baca juga: Uni Emirat Arab Buka Pameran Peringatan Holokus, Pembantaian Yahudi oleh Nazi Jerman

Bennett memuji Merkel dengan membina hubungan antara negara-negara yang tidak pernah lebih kuat.

Dia dan menggambarkannya sebagai "kompas moral Eropa" karena dukungannya untuk Israel.

Sebelum kunjungan itu, Bennett mengatakan dia dan pemimpin Jerman itu diharapkan membahas keamanan regional, terutama nuklir Iran.

Merkel awalnya berencana berkunjung pada Agustus 2021, tetapi menunda perjalanannya akibat penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Fisikawan berusia 67 tahun itu akan menerima gelar doktor kehormatan dari Haifa's Technion Institut Teknologi Israel.

Dia, bagaimanapun, tidak memiliki rencana bertemu dengan pemimpin oposisi Israel Benjamin Netanyahu.

Koalisi ideologis beragam Bennett menggulingkan Netanyahu pada bulan Juni.

Di bawah kepemimpinannya, Jerman telah mengadvokasi solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

Tetapi Merkel menghadapi kritik dari para aktivis karena tidak menekan Israel untuk mengakhiri pendudukan militernya atas wilayah Palestina yang dimulai pada 1967.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved