Meski Jadi Negara Miskin di Dunia, Timor Leste Justru Negara Terbaik di Asia Tenggara Dalam Hal Ini
Ia telah membangun negara bebas yang kokoh sekitar dua dekade setelah Timor diratakan dalam konflik yang meletus, pada tahun 1999.
SERAMBINEWS.COM - Timor Leste mungkin menjadi negara termiskin di kawasan Asia Tenggara.
Bahkan negara kecil ini belum mampu mencapai kesejahteraan, meski telah lama merdeka dan memiliki ladang minyak melimpahnya sendiri.
Meski demikian, Timor Leste justru berhasil menjadi satu-satunya negara yang paling disorot dalam urusan demokrasinya.
Dalam Freedom in the World edisi 2021, sebagai "Bebas."
Berbagai data dan anekdot lain menunjukkan seberapa jauh Timor Leste telah melangkah menuju demokrasi.
Ia telah membangun negara bebas yang kokoh sekitar dua dekade setelah Timor diratakan dalam konflik yang meletus, pada tahun 1999.
Setelah lebih dari 78 persen rakyat Timor memilih untuk memisahkan diri dari Indonesia setelah berakhirnya kediktatoran Suharto.
Konflik tahun 1999 di Timor, yang didukung oleh pasukan keamanan Indonesia, tidak hanya menewaskan sekitar 2.600 orang, tetapi juga menghancurkan banyak infrastruktur di Timor Leste yang telah menjadi salah satu tempat termiskin di Asia.
Timor dirusak lagi, pada tahun 2006, oleh bentrokan antara tentaranya sendiri dan pasukan keamanan.
Timor memang membangun kembali beberapa infrastrukturnya, dan menerima sejumlah besar bantuan asing dan bagian pendapatan dari minyak di Celah Timor.
Namun, tetap menjadi negara termiskin di Asia, jauh dari gedung pencakar langit seperti di Bangkok atau Singapura.
Baca juga: Hampir Setahun Tertahan di Timor Leste, Raul Lemos Tiba di Indonesia saat Hari Ulang Tahun Mertua
Baca juga: Menyandang Status Negara Termiskin, Ternyata Prestasi Terbaru Timor Leste Bikin Negara ASEAN Malu
Memang, sebuah artikel oleh Jonas Guterres, mantan penasihat Kantor Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Timor Leste, mencatat bahwa.
"Indeks Kelaparan Global 2017 mengkategorikan tingkat kelaparan negara Timor Leste sebagai 'serius, ' meskipun selama dekade terakhir tingkat kelaparan telah berkurang dari 46,9 persen menjadi 34,3 persen," katanya.
"Tingkat kekurangan gizi dan pengerdilan tetap sangat tinggi," ungkapnya.
Dan Timor Leste tentunya masih memiliki masalah ekonomi yang sangat besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/militer-timor-leste.jpg)