Senin, 1 Juni 2026

Pakar Ingatkan Lonjakan Covid Akhir Tahun; Perubahan Cuaca, Natal, dan Tahun Baru Bisa Jadi Pemicu

Para ahli bahkan sudah banyak memprediksi bakal ada gelombang ketiga covid-19 pada akhir tahun nanti.

Tayang:
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Sekda Aceh dr. Taqwallah M.Kes mendampingi kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M dan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri DR. Safrizal ZA, M.Si meninjau rumah Isoter di hotel Hijrah Lamlagang. Banda Aceh, Minggu (29/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Penambahan kasus baru covid-19 saat ini cenderung melandai, namun harus tetap diwaspadai adanya lonjakan kasus baru saat akhir tahun 2021.

Para ahli bahkan sudah banyak memprediksi bakal ada gelombang ketiga covid-19 pada akhir tahun nanti.

"Ancaman gelombang ketiga yang diprediksi oleh para ahli akan terjadi di bulan Desember," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ganip Warsito di Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (10/10/2021).

Pada bulan Desember nanti, kata Ganip, ada dua momentum besar yakni Natal dan Tahun Baru.

Momentum tersebut sangat berpotensi memicu kenaikan kasus covid-19 secara signifikan. Selain itu, ujar Ganip, adanya perubahan cuaca pada periode tersebut juga dapat mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit.

"Karena saat itu (Desember) juga ada pergantian cuaca. Ini yang menjadi suatu ancaman peningkatan Covid-19," kata dia.

Meskipun demikian, Ganip meyakini bahwa potensi gelombang ketiga tersebut dapat dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan vaksinasi.

Baca juga: Kanselir Muda Australia, Sebastin Kurz Akan Mundur, Jadi Target Penyelidikan korupsi

Baca juga: Presiden Taiwan Tolak Tunduk ke China, Berjanji Tingkatkan Pertahanan

Baca juga: Disambut Antusais, Polres Nagan Raya Suntik Vaksin untuk 380 Warga

Kedua hal tersebut merupakan kunci pencegahan dan mitigasi penularan Covid-19, ditambah dengan pola tracing, testing, dan treatment (3T) dalam penanganannya.

"Dua dasar tersebut merupakan hal yang harus senantiasa dilaksanakan demi mencegah terjadinya ledakan kasus di akhir tahun, sebagaimana menurut prediksi para ahli," kata dia.

Dengan demikian, Ganip pun optimistis pada Desemeber mendatang gelombang ketiga Covid-19 di Tanah Air tidak akan terjadi.

Sementara itu, Pakar Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman meminta agar pelonggaran kegiatan masyarakat harus ditunda terlebih dahulu.

Menurutnya, hal tersebut sebaiknya belum dilakukan di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini yang baru mereda.

Dicky menilai, seharusnya untuk memberikan pelonggaran berupa pelaksanaan event seperti demikian harus ditahan terlebih hingga waktu yang tepat.

Baca juga: Amien Rais Tanggapi Mundurnya Pengurus Partai Ummat, Pengamat: Mereka Harus Kerja Sangat Keras

Baca juga: Terlilit Utang, Pria Ini Akhiri Hidup Usai Dijumpai Debt Collector, Kantongi Surat Wasiat Berisi Ini

Baca juga: Derita Tumor Ganas, Seorang IRT di Bener Meriah Butuh Bantuan, Saat Ini Berobat di Lhokseumawe

Sebab, kata dia, orang yang bepergian namun belum divaksinasi Covid-19 secara lengkap masih banyak. Setidaknya masih ada 70 persen lebih orang yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara lengkap.

Adanya varian baru Covid-19 yang semakin banyak juga membuat riskan pelonggaran-pelonggaran yang diberikan. "Pelonggaran (dilakukan) bertahap, jangan buru-buru," kata dia.

Meskipun kemungkinan adanya gelombang ketiga Covid-19 di Tanah Air bukan hal yang bisa dihindari, ujar Dicky, akan tetapi seluruh pihak dapat mengupayakan agar dampaknya tidak terlalu besar.

Cara agar dapat menekan dampak besar dari kemunginan adanya gelombang ketiga tersebut adalah dengan tetap mengombinasikan 3T, 5M, dan vaksinasi secara kuat. (Tribun Network/kps/rin/wly)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved