Selasa, 12 Mei 2026

Luar Negeri

Presiden Xi Jinping: Taiwan Harus Bersatu Kembali dengan China Apapun yang Terjadi

Awalnya China memang membujut Taiwan secara baik-baik, untuk bergabung kembali dengan China dengan cara damai.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Via Intisari
Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/20). 

SERAMBINEWS.COM - Reunifikasi Taiwan tampaknya memang benar-benar tak bisa dihindari.

Awalnya China memang membujut Taiwan secara baik-baik, untuk bergabung kembali dengan China dengan cara damai.

Namun, keinginan kuat Taiwan memaksa China melakukan tindakan keras dengan cara militer.

China berulangkali memasuki wilayah Taiwan dengan menggunakan pesawat militernya.

Tak hanya itu saja, presiden China sendiri telah bersabda bahwa reunifikasi Taiwan dengan China adalah hal mutlak.

Ini sama halnya dengan China, saat mereka melakukan klaim sepihak atas Laut China Selatan.

Presiden China Xi Jinping pada 9 Oktober menyatakan harapan bahwa Taiwan dapat bersatu kembali secara damai dengan China daratan.

Lalu memperingatkan mereka yang menentang keinginan ini akan "dinilai oleh sejarah".

"Reunifikasi damai paling sejalan dengan kepentingan nasional China, serta kepentingan rekan-rekan patriotik di Taiwan," kata Xi selama peringatan 110 tahun Revolusi Xinhai di Upacara Akbar, People's Street, menurut SCMP.

Revolusi Xinhai dimulai di Wuchang, sekarang Wuhan, yang menyebabkan jatuhnya Dinasti Qing.

Ini adalah pidato Xi yang paling menonjol di Taiwan sejak peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis pada 1 Juli 2021.

Baca juga: China Marah, Ternyata Diam-diam Pasukan Khusus AS Latih Pasukan Khusus Taiwan

Baca juga: Korea Utara Karantina Vaksin Covid-19 Bantuan WHO, Dikirim Melalui Pelabuhan China

"China dan Taiwan harus mematuhi kebijakan dasar reunifikasi damai, membangun sistem satu negara, dua sistem, mematuhi prinsip Satu China dan konsensus 1992, dan mempromosikan pembangunan perdamaian di kedua sisi selat," kata Xi.

"Separatisme kemerdekaan Taiwan adalah hambatan terbesar bagi tujuan reunifikasi nasional, dan juga potensi bahaya paling serius bagi upaya peremajaan nasional," tambahnya.

"Melupakan leluhur, mengkhianati tanah air dan mencoba memecah belah negara tidak akan berakhir dengan baik," jelasnya.

Tanpa menyebut negara mana pun secara langsung, Xi memperingatkan adanya campur tangan pihak luar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved