Luar Negeri
Presiden Xi Jinping: Taiwan Harus Bersatu Kembali dengan China Apapun yang Terjadi
Awalnya China memang membujut Taiwan secara baik-baik, untuk bergabung kembali dengan China dengan cara damai.
"Taiwan adalah murni urusan dalam negeri China, dan tidak ada kekuatan luar yang diizinkan untuk ikut campur," kata Xi.
"Kedua sisi Selat Taiwan perlu berdiri di sisi kanan dan bergandengan tangan untuk berkontribusi pada tujuan reunifikasi lengkap dan peremajaan nasional. Tugas bersejarah reunifikasi nasional lengkap dapat dan akan menjadi kenyataan," tambah Xi. .
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden China dalam konteks hubungan lintas selat antara Taiwan dan Taiwan berada pada titik terburuk dalam 40 tahun.
Militer China mengirim hampir 150 pesawat untuk mengancam Taiwan dari 1 hingga 4 Oktober, di mana, pada 4 Oktober, memecahkan rekor dengan 56 pesawat.
Xi membuat pernyataan yang jauh lebih lembut kali ini daripada pada Januari 2019, ketika Xi mengatakan bahwa "Cina cepat atau lambat harus menarik Taiwan, jika perlu, harus menggunakan kekuatan".
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen juga diharapkan memberikan pidato pada peringatan 110 tahun Revolusi Xinhai pada 10 Oktober.
Ini juga menjadi peluang bagi Tsai untuk menanggapi pernyataan terbaru Xi.
Baca juga: Morume Keya Busup Pelaku Utama Kerusuhan Yahukimo Papua Ditangkap
Baca juga: Meski Banyak Tawaran Datang, Komedian Sule Tetap Enggan Terjun ke Dunia Politik karena Alasan Ini
Baca juga: Ini Pelanggaran Brigjen TNI Junior Tumilaar Terkait Surat ke Kapolri hingga Diproses Hukum Puspom AD
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-china-xi-jinping-saat-menghadiri-latihan-militer.jpg)