Breaking News:

Irwandi Ganti Pengurus PNA, Isu PAW Mencuat

Setelah lama tidak muncul ke publik, Partai Nanggroe Aceh (PNA) tiba-tiba hadir dengan membawa isu pergantian kepengurusan

Editor: bakri
For Serambinews.com
Sekjen DPP PNA, Miswar Fuady SH. 

BANDA ACEH - Setelah lama tidak muncul ke publik, Partai Nanggroe Aceh (PNA) tiba-tiba hadir dengan membawa isu pergantian kepengurusan. Pergantian tersebut dilakukan oleh DPP PNA kubu Irwandi Yusuf melalui rapat pleno yang digelar secara virtual pada Senin (11/10/2021) pukul 14.30 WIB.

"Iya. Agendanya untuk pengesahan pemberhentian anggota yang telah mengundurkan diri dan anggota yang telah meninggal dunia," kata Asiah, pengurus partai.

Dalam surat undangan yang diterima Serambi disebutkan bahwa ada dua agenda yang akan dibahas dalam rapat pleno dimaksud. Pertama, pengesahan pemberhentian dan pengangkatan pengganti pengurus Partai Nanggroe Aceh. Kedua, hal-hal lain yang dianggap perlu.

Surat undangan nomor 581/DPP-PNA/X/2021 tertanggal 6 Oktober 2021 itu ditandatangani oleh Ketua Umum, Irwandi Yusuf dan Sekretaris Jenderal, Miswar Fuady. Rapat pleno dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom dan peserta hanya diperkenankan menggunakan satu akun dengan nama asli.

Dari informasi yang diperoleh Serambi, selain dua agenda tadi, rapat itu juga membahas Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPRA dari Fraksi PNA. Pada Pemilu 2019, PNA berhasil meraih enam kursi di DPRA. Mereka adalah Darwati A Gani, Samsul Bahri alias Tiyong, M Rizal Falevi Kirani, Safrijal Gam-gam, Mukhtar Daud, dan Tgk Haidar.

Namun pada 25 September 2019, Irwandi memecat Tiyong dan Falevi dari keanggotaan partai tersebut. Saat ini, Tiyong menjabat Ketua Umum PNA hasil KLB dan Falevi Kirani menjabat Ketua DPP PNA hasil Kongres Luar Biasa (KLB).

Terkait isu PAW, Asiah menampiknya. Ia mengatakan tidak ada pembahasan isu dimaksud dalam rapat pleno DPP PNA kubu Irwandi. "Tidak. (Rapat pleno) ini hanya untuk yang sudah mengundurkan diri dan yang meninggal. Dan hal-hal lain yang dianggap perlu dibahas," demikian penegasan Asiah.

Sekjen DPP PNA kubu Irwandi, Miswar Fuady juga mengatakan bahwa rapat pleno itu untuk menggantikan pengurus yang sudah meninggal dunia dan mengundurkan diri secara tertulis.

Sementara itu, M Rizal Falevi Kirani yang dihubungi Serambi mengaku tidak tahu menahu soal rapat pleno tersebut. Ia mengatakan tidak mendapat undangan tentang rapat tersebut. "Saya tidak komentari soal rapat itu, karena itu wilayah mereka. Kalau ditanya saya ada diundang, tidak ada," jawabnya singkat.(mas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved