Internasional
Pemerintah Yaman Minta Bantuan Selamatkan Warga di Zona Perang Marib
Pemerintah Provinsi Marib Yaman tengah minta bantuan internasional untuk menyelamatkan ribuan warga sipil terjebak perang.
SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Pemerintah Provinsi Marib Yaman tengah minta bantuan internasional untuk menyelamatkan ribuan warga sipil terjebak perang.
Mereka terperangkap di dalam Distrik Al-Abedia, Marib yang dikepung milisi Houthi.
Dalam sebuah pernyataan, mereka memperingatkan lebih dari 35.000 orang di Al-Abedia bisa mati kelaparan.
Dilaporkan, milisi Houthi memperketat cengkeraman di distrik itu, seperti dilansir ArabNews, Selasa (12/10/1021).
Bahkan, membombardir daerah pemukiman dan fasilitas sipil untuk memaksa pejuang lokal menyerah.
“Kami memohon kepada Dewan Keamanan PBB dan utusan khusus PBB untuk Yaman melaksanakan tugas hukum," harap pejabat Yaman.
"Harus dan mengambil tindakan segera untuk memenuhi kebutuhan dasar di Al-Abedia untuk mencegah bencana kemanusiaan ,” kata pihak berwenang setempat.
Baca juga: Utusan Khusus PBB Harapkan Konflik Yaman Segera Berakhir
Pengepungan telah berlangsung selama lebih dari 20 hari.
Seusai suku setempat dan pasukan pemerintah berjuang mencegah Houthi menguasai distrik tersebut.
Pekerja bantuan lokal mengatakan milisi Houthi telah memblokir distribusi bantuan kemanusiaan kepada penduduk.
Bahkan mencegah orang yang terluka dan lanjut usia meninggalkan distrik tersebut.
Seruan itu datang ketika pertempuran meningkat antara penduduk yang membela distrik itu dan milisi yang didukung Iran.
Pesawat tempur koalisi Arab Saudi telah melakukan puluhan serangan udara untuk mendukung orang-orang yang terkepung.
Dengan menargetkan pertemuan Houthi dan peralatan militer.
Juru bicara koalisi Jenderal Turki Al-Maliki mengatakan 118 serangan udara telah menewaskan 400 Houthi.
Menghancurkan 15 kendaraan, dan menghalangi upaya Houthi menguasai distrik itu selama 96 jam terakhir.
Baca juga: Ribuan Warga Yaman di Marib Kelaparan, Milisi Lakukan Pengepungan di Seluruh Sudut Kota
Orang-orang dengan anggota keluarga di Al-Abedia mengatakan telah kehilangan kontak dengan kerabat.
Dimana, situasi yang memburuk karena serangan berat Houthi, sehingga mengalami kekurangan obat-obatan, makanan, dan bahan bakar.
“Situasinya sangat buruk karena pengepungan yang ketat," kata penduduk lokal.
"Serangan Houthi dari segala arah akan membuat distrik bertekuk lutut,” trambahnya.
Seorang analis percaya Houthi mencoba mengirim pesan ke kota-kota dan suku-suku lain.
Dimana, mereka akan dihukum berat jika melawan serangan milisi di pusat kota Marib.
“Al-Abedia tidak memiliki kepentingan militer untuk Houthi," kata Mohammed Al-Salehi, editor situs berita Marib Press,
"Tetapi ingin menekan dan mempermalukan orang-orang Al-Abedia dan orang-orang Marib,” tambahnya.
Dia mengatakan setidaknya 70 orang yang terluka selama pertempuran di distrik itu dan bisa segera meninggal karena pengepungan berlanjut.
“Tidak ada organisasi bantuan untuk menyelamatkan yang terluka, seolah-olah bencana kemanusiaan ini bukan urusan mereka,” tambah Al-Salehi.
Baca juga: Pertempuran Sengit Pecah di Aden, Empat Pejuang Yaman Tewas, Houthi Serang Jazan
Aktivis dan pejabat hak asasi manusia Yaman meminta pemerintah dan komandan militer meningkatkan serangan terhadap Houthi.
“Adalah tugas setiap orang Yaman yang bebas dan tokoh politik, militer dan sosial negara bekerja memecahkan pengepungan yang tidak adil ini," kata Mohammed Al-Omada, kepala Jaringan Hak Asasi Yaman dan Kebebasan.
"Harus ada upaya menghentikan agresi brutal Houthi terhadap penduduk sipil,” harapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/suasana-kota-marib-yaman.jpg)