Berita Aceh Singkil

Ustadz Abdul Somad Ulas Sejarah Singkil, dari Zaman Fir'aun Hingga Karya Syekh Abdurrauf 

Dalam pelayaran,  UAS mengulas sejarah Singkil dan Syekh Abdurrauf As Singkili yang direkam dalam video oleh krunya serta Serambinews.com.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Ustadz Abdul Somad dalam pelayaran Singkil-Pulau Banyak, menggunakan kapal cepat milik Pemkab Aceh Singkil, KM Tailana, Selasa (12/10/2021). 

Dalam pelayaran,  UAS mengulas sejarah Singkil dan Syekh Abdurrauf As Singkili yang direkam dalam video oleh krunya serta Serambinews.com.

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Ustadz Abdul Somad (UAS) berlayar ke Pulau Banyak, naik kapal cepat milik Pemkab Aceh Singkil, KM Tailana, Selasa (12/10/2021). 

Dalam pelayaran,  UAS mengulas sejarah Singkil dan Syekh Abdurrauf As Singkili yang direkam dalam video oleh krunya serta Serambinews.com.

Singkil sebutnya, pada masa lalu sebelum zaman Nabi Muhammad Shallallahu 'alahi wa Sallam, merupakan pelabuhan internasional. 

Karena dari Gujarat, India, Arab, Yaman, dan dari Afrika langsung datang ke Singkil.

"Jadi orang-orang Afrika sebelum zaman Nabi Muhammad Shallallahu 'alahi wa Sallam, sudah sampai ke pantai ini. Singkil di bawahnya ada Barus," ujarnya. 

Kedatangan bangsa Afrika, mencari getah pohon kamper yang sering disebut kapur Barus.

Baca juga: Naik KM Tailana, Ustadz Abdul Somad Keliling Pulau Banyak Sebelum Bersilaturahmi Dengan Masyarakat

Kapur barus yang tumbuh di tepi Sumatera bagian Timur itu, salah satunya digunakan mengawetkan mayat mumi Fir'aun. 

"Mereka kemari mencari getah pohon kamper namanya yang hanya tumbuh di tepi Sumatera bagian Timur ini. Sering disebut Kapur Barus, kalau diletakkan di lemari tidak masuk kecoa, begitu juga untuk mengawetkan mayat mumi Fir'aun itu. Dari sini datangnya dibawa mereka bertahun-tahun sampai ke Mesir sana," kata UAS.

Jadi sebut Ustadz Abdul Somad, peradaban yang lama telah datang Islam ke Pulau Sumatera. 

"Salah satu buah dari dahwah Islam ini  ulama besar Syekh Abdurrauf As Singkili. Lahir tahun 1615 sampai 1693 Masehi, jadi lebih kurang 400 tahun yang lalu," terangnya. 

Syekh Abdurrauf merupakan orang pertama yang menerjemahkan Al Qur'an dalam bahasa melayu serta menulis kitab hadis dan lainnya.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Tiba di Aceh Singkil, Langsung Makan Gulai Ikan Laut di Pendopo Bupati

Selain menulis kitab, Syekh Abdurrauf juga merupakan Mufti kerajaan Aceh.  

Dijelaskan ulama kelahiran Aceh Singkil,  merupakan penafsir Al Qur'an dan sufi karena ahli tasawuf.

Sanad keilmuannya sampai ke al-Qusyasyi di Madinah. 

Dari Al Qusyaayi ke Syekh Abdurrauf.

Lalu menyebar ke Makasar melalui Syekh Yusuf al Makassari yang datang belajar tarekat syattariyah Syekh Abdullah asy-Syattar, India ke Syekh Abdurrauf.

Kemudian, datang dari Pamijahan belajar ke Syekh Abdurrauf itulah Syekh Abdul Muhyi Pamijahan dan datang pula dari Ulakan, Pariaman, Sumatera Barat Syekh Burhanuddin Ulakan. 

Menurut UAS, penyebaran tarekat Syattariyah yang dilakukan Syekh Abdurrauf berdasarkan yariat bukan sekedar tasawuf tanpa bekal syariat.

"Jadi kalau mau lihat profil ulama Nusantara yang seimbang antara syariat dengan hakikat, dengan tarikat dan marifat yaitu ada pada diri Syekh Abdurrauf," kata Ustadz Abdul Somad.

Sebelum menutup ulasannya, UAS mengajak mahasiswa datang ke Singkil, untuk mempelajari dan menggali kembali karya Syekh Abdurrauf.

"Karena kita butuh tokoh untuk jadi model dakwah masa depan," demikian UAS dari atas Kapal KM Tailana dalam pelayaran Singkil-Pulau Banyak.(*)

Baca juga: Berkunjung ke Kota Subulussalam, Ini Agenda dan Lokasi yang Dikunjungi Ustadz Abdul Somad (UAS)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved