Breaking News:

Aceh ke Final Lagi Setelah 28 Tahun, Kamis Sore Berebut Emas Sepak Bola dengan Papua

Tim sepak bola Aceh mencatat hasil mengesankan di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua

Editor: bakri
FOTO KIRIMAN QAHAR MUZAKAR
Pemain Aceh merayakan gol kedua yang dicetak Muzakir ke gawang Jawa Timur dalam babak semifinal cabang sepak bola PON XX di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (12/10/2021) sore WIT. 

JAYAPURA - Tim sepak bola Aceh mencatat hasil mengesankan di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Pasalnya, pasukan Tanah Rencong kembali lolos ke babak final cabang bergengsi di ajang multievent tingkat nasional ini setelah 28 tahun.

Hebatnya lagi, tim Aceh yang kini diarsiteki Fakhri Husaini akan menghadapi lawan yang sama seperti pada final PON 1993 di Jakarta, yaitu Papua. Karena itu, partai puncak ini bisa jadi ajang revans bagi Aceh. Sebab kala itu Aceh harus puas dengan medali perak karena menderita kekalahan 3-6.

Seperti diketahui, pada pertemuan tahun 1993 lalu, Aceh yang diperkuat Zulfan, Helmi, Tarmizi Rasyid, Salman, Ramadhana, Dahlan Jalil, Andi Fitra, Kurnia Khalid, Muslem alias Ngoh Lem, plus Irwansyah (alm) lolos ke final juga setelah berhasil menyingkirkan Jawa Timur, dengan skor 2-1.

Pada PON kali ini, laga Aceh dan Papua merupakan yang kedua kali. Sebelumnya pada babak enam besar, pada Rabu (6/10/2021), kedua tim juga bertemu. Namun, Aceh juga takluk 0-1 dari tuan rumah. Kini, kedua tim harus kembali terlibat pertarungan sengit demi medali emas.

Tuan rumah melenggang ke partai puncak setelah kemarin membantai Kalimantan Timur (Kaltim) dengan skor telak 5-1. Dengan hasil ini, Kaltim kembali bertemu Jatim dalam perebutan perunggu di Stadion Barnabas Youwe Sentani. Sementara laga final antara Aceh dan Papua akan dipentaskan di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Kamis (15/10/2021) sore, pukul 17.00 WIB.

Arsitek Tim Sepak Bola PON Aceh, Fakhri Husaini, tak bisa menahan tangisan usai pertandingan semifinal melawan Jawa Timur di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (12/11/2021). Demikian dilaporkan Wartawan Serambi, Imran Thaib, dari Jayapura, Papua, kemarin.

Sejenak setelah wasit asal Jawa Barat, Toriq Alkatiri, melengkingkan pluit terakhir, Yasvani dkk langsung sujud syukur di lapangan. Di sisi lain, punggawa Jatim jatuh ke tanah seakan tak percaya kalau mereka kalah.

Sementara Fakhri Husaini berlahan tapi pasti langsung masuk ke lapangan. Pria kelahiran Lhokseumawe, 27 Juli 1965, itu memeluk satu per satu pemainnya. Dan, mantan bintang Timnas Indonesia itu pun menangis di pelukan pemainnya.

“Saya benar-benar tak kuasa menahan tangisan ini. Karena, melihat perjuangan anak-anak yang begitu luar biasa. Mereka seakan tak pernah lelah untuk memenangkan duel penting ini,” ungkap mantan pemain klub Galatama, Lampung Putra FC.

Menurut mantan legenda PKT Bontang, Kalimantan Timur itu, pertandingan menghadapi Jawa Timur bukan sebatas perlagaan olahraga. Tapi, tarung tersebut merupakan harga diri dan menjaga marwah daerah. Ia mengakui, menghadapi Jawa Timur bukan perkara mudah. Betapa tidak, untuk pertandingan penting ini dia hanya memiliki 13 pemain. Sebab sejumlah pemain lain cedera, sakit, dan absen akibat akumulasi kartu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved