Breaking News:

Berita Aceh Barat

Satpol PP Amankan 10 Orang Gepeng di Meulaboh, Ada Tunanetra Bawa Bayi, Banyak dari Luar Daerah

Satpol PP kabupaten Aceh Barat, Rabu (13/10/2021) mengamankan sejumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng), di kawasan Meulaboh

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Para gepeng yang diamankan ke Kantor Satpol PP dan WH saat dimintai keterangan, terkait aktivitas meminta-minta, Rabu (13/10/2021), yang berlangsung dalam ruangan Satpol PP di Meulaboh 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Barat, Rabu (13/10/2021) mengamankan sejumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng), di kawasan Meulaboh.

Para gepeng yang diamankan tersebut semuanya berasal dari luar kabupaten, dengan membawa proposal untuk sembangan masjid dan dayah.

Sedangkan tuna netra yang mencari nafkah juga ikut diamankan lantaran membawa bayi dan anak dibawah umur,  mencari nafkah dengan mengamen untuk kebutuhan hidup keluarganya.

Baca juga: Pengerjaan Asal Jadi, Tim Pansus Dewan Minta Paving Block di Tamiang Sport Center Dibongkar

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Barat, Dodi Bima Saputra kepada Serambinews.com, Rabu (13/10/2021) mengatakan, bahwa para gepeng diamankan tersebut untuk mendapatkan pembinaan dari Dinas Sosial di daerah masing-masing nantinya, terlebih para tuna netra yang memerlukan perhatian pemerintah kedepan.

“Mereka yang kita amankan tersebut akan kita serahkan kepada pihak dinas sosial guna mendapatkan pembinaan dan modal usaha supaya kedepan tidak lagi menjadi gepeng  lagi,” kata Dodi.

Ia menambahkan, jumlah gepeng yang diamankan di kawasan Meulaboh di sejumlah titik terpisah semua nya dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH guna dimintai keterangan terhadap aktivitas yang dilakukan oleh para gepeng tersebut.

Baca juga: Pengakuan Mucikari di Langsa, Tarif Wanita Pemuas Nafsu Pria Hingga Rp 700 Ribu, Begini Pembagiannya

Dari hasil pemeriksaan para gepeng tersebut sebagian memang untuk kebutuhan hidup dan sebagian mengatasnamakan untuk pembangunan pesantren dan pembangunan masjid.

“Kita melakukan penertiban gepeng di Meulaboh berdasarkan Peraturan Bupati Aceh Barat Nomor 5 Tahun 2016, dan Peraturan Bupati Aceh Barat Nomor 32 Tahun 2020,” kata Dodi.

Sementara para gepeng yang diamankan tersebut masing-masing TD (70), ada  Dusun Tgk Gunong Meuh, Desa Alue Lhok, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.

Baca juga: Pelaku Buang Bayi di Bireuen Ditahan, Motifnya Keluarga Malu tak Jelas Siapa Ayah Bayi

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved