Breaking News:

Tiga Warga Pidie jadi Korban Penipuan, Modus Kirim Uang untuk Berobat Akupuntur

Masyarakat yang berobat secara tradisional akupuntur diimbau untuk lebih berhati-hati, apalagi jika diminta mengirim uang terlebih

Editor: bakri
For Serambinews.com
Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK MH 

SIGLI - Masyarakat yang berobat secara tradisional akupuntur diimbau untuk lebih berhati-hati, apalagi jika diminta mengirim uang terlebih dulu melalui bank. Karena hal ini bisa jadi merupakan penipuan.

Seperti kasus yang ditangani Polres Pidie, dimana tiga warga Pidie diduga menjadi korban penipuan oleh tersangka Koko, warga Kota Medan yang membuka praktik di Gampong Rawa Kuta Buede, Kecamatan Pidie.

Ia menyatakan, penangkapan lelaki itu setelah adanya tiga warga yang melapor kepada polisi, yakni Balkani (52) PNS warga Gampong Dayah Cale, Kecamatan Indra Jaya. Lalu, Nurdin (63) pensiunan warga Gampong Rambayan Lueng, Kecamatan Peukan Baro dan Abdussalam (43) warga Gampong Tunong, Kecamatan Mila, Pidie.

"Dalam melakukan aksinya, Koko tinggal di Gampong Rawa Kuta Buede, Kecamatan Pidie," ungkap Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Riza, kepada Serambi, Jumat (15/10).

Ia menjelaskan, kasus dugaan penipuan itu berawal saat korban Nurdin berobat ke rumah pelaku Koko di Gampong Rawa, guna melakukan pengobatan tradisional. Pelaku rencananya akan mengobati korban selama tiga bulan, dengan total biaya berobat Rp 11 juta. Biaya itu dikirimkan melalui bank yang telah disepakati.

Pada tanggal 2 Agustus, korban mengirimkan uang Rp 6 juta dan tanggal 1 September 2021, korban mengirimkan uang kedua Rp 5 juta. "Pada Jumat (3/9), korban menerima pesan dari Koko melalui WhatsApp, bahwa pengobatan ditunda karena ia pulang ke Medan," jelas Kasat Muhammad Riza.

Satu minggu berselang, korban pun menghubungi Koko. Tapi HP nya tidak aktif lagi, sehingga korban merasa ditipu Koko.

Korban lainnya, Abdussalam, mengirimkan uang kepada Koko pada tanggal 4 Agustus 2021 untuk biaya obat Rp 7 juta. Secara rutin setiap minggu, korban berobat ke rumah Koko.

Pada 24 Agustus 2021, ia ke rumah Koko. Saat itu, Koko menawarkan obat paling bagus kepada korban. Tapi, korban diminta Koko untuk mengirimkan biaya untuk obat Rp 7, 5 juta

Namun, tanggal 18 September 2021, korban datang ke rumah Koko di Gampong Rawa untuk mengambil obat, ternyata Koko tidak di rumah. Korban menghubungi hp Koko, ternyata juga tidak aktif.

"Koko menjanjikan pengobatan tiga bulan, tapi baru dilakukan 1 bulan. Korban rugi Rp 14.500.000," jelasnya.

Korban lainnya Balkani juga diduga menjadi korban penipuan Koko Rp 10 juta, yang modusnya sama dengan dua korban lainnya.

Kasat Reskrim Polres Pidie, Iptu Muhammad Riza mengatakan, untuk sementara, baru tiga warga yang menjadi korban penipuan oleh pelaku yang kini telah ditangkap di Medan.

"Pelaku berinisial LTL atau Koko (50) kami tangkap di Gang Madrasah, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan, Kamis (14/10) sekitar pukul 21.00 WIB," kata Kasat Reskrim Iptu Muhammad Riza.

Saat ini, pelaku masih ditahan di sel tahanan Polsek Sunggal Poltabes Medan. (naz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved