Breaking News:

Berita Banda Aceh

Bertemu Pelaku Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno Sebut Mie Aceh Bisa Mendunia

“Mi Aceh sebetulnya lebih dikenal masyarakat daripada ayam tangkap. Hal ini merupakan suatu peluang yang baik, karena makanan yang berbasis mi masih

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Foto: Humas Kemenparekraf
Menparekraf, Sandiaga Uno saat berkunjung ke PLTD Apung, Banda Aceh. 

“Mi Aceh sebetulnya lebih dikenal masyarakat daripada ayam tangkap. Hal ini merupakan suatu peluang yang baik, karena makanan yang berbasis mi masih sedikit, kalau berbasis daging sudah banyak, ada rendang, soto, sate, dan juga nasi goreng. Jadi kalau mi Aceh ini bisa kita kembangkan, ini bisa go international,” kata Menparekraf Sandiaga saat menghadiri workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia yang berlangsung di Museum Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa (19/10/2021).

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong agar produk kuliner khas Provinsi Aceh yakni mi Aceh bisa mendunia dan dikenal masyarakat secara global.

Keunikan cita rasa mi Aceh terletak pada racikan bumbu yang kaya akan rempah-rempah, sehingga menghasilkan rasa yang kuat di lidah.

Minya pun cukup unik karena berwarna kuning dan bentuknya tebal pipih.

Mi Aceh memiliki beberapa varian, ada yang kering, nyemek, dan basah.

Topping-nya pun beragam, ada telur, daging, udang, dan lainnya sesuai selera.

“Mi Aceh sebetulnya lebih dikenal masyarakat daripada ayam tangkap. Hal ini merupakan suatu peluang yang baik, karena makanan yang berbasis mi masih sedikit, kalau berbasis daging sudah banyak, ada rendang, soto, sate, dan juga nasi goreng. Jadi kalau mi Aceh ini bisa kita kembangkan, ini bisa go international,” kata Menparekraf Sandiaga saat menghadiri workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia yang berlangsung di Museum Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa (19/10/2021).

“Kita juga bisa membuat festival mi Aceh tingkat dunia. Sehingga, mi Aceh ini dapat menjadi bagian dari program spice up the world. Dan saya ingin melihat ada mi Aceh di New York atau London,” lanjutnya.

Baca juga: VIDEO - Sandiaga Uno Makan Nasi Maulid di Lambhuk

Selain mi Aceh, ada beberapa kuliner yang menjadi ikon kota Banda Aceh, seperti kuah beulangong (kari daging), timpan, asoe kaya (srikaya), dan roti cane.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved