Rabu, 6 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Genjot Kembali Pariwisata Islami, DPRA Minta Menparekraf Buka Kembali Penerbangan Aceh-Malaysia

"Saya bilang ke beliau pariwisata islami di Aceh selama ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, terutama dari Malaysia. Tapi selama pandemi ini kan...

Tayang:
Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno foto bersama Anggota DPR RI asal Aceh, TA Khalid, Anggota DPRA, Khairil Syahrial dan anggota DPRA lainnya, Selasa (19/10/2021). 

"Saya bilang ke beliau pariwisata islami di Aceh selama ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, terutama dari Malaysia. Tapi selama pandemi ini kan ditutup (penerbangan), jadi kita minta dicari solusi," kata Khairil.

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejak pandemi Covid-19 melanda, pihak otoritas Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) menutup rute penerbangan Aceh - Malaysia untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Tak hanya di Aceh, di Malaysia pun, penerbangan dari Aceh ke Kuala Lumpur juga tidak diperbolehkan.

Kondisi tersebut, sudah berlangsung hampir dua tahun.

Dampak dari tidak adanya penerbangan dari Malaysia/Kuala Lumpur ke Aceh, terlihat jelas pada sektor wisata islami di Aceh.

Di mana sebelumnya, sektor wisata islami, wisata religi, dan wisata situs sejarah tsunami menjadi andalan.

Banyak wisatawan dari Malaysia, Thailand, dan negara-negara tetangga yang datang ke Aceh untuk menikmati wisata Islami di Aceh.

Baca juga: Ngopi Pagi di Solong Ulee Kareng, Sandiaga Uno Racik Sendiri Kopinya

Namun, sejak pandemi Covid-19, sektor ini redup seiring tidak adanya penerbangan.

Atas kondisi itu, Ketua Komisi III DPRA, Khairil Syahrial meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno untuk mempertimbangkan agar membuka kembali rute penerbangan Aceh Malaysia.

Khairil saat mendampingi Menparekraf melakukan kunjungan kerja di Banda Aceh, Selasa (19/10/2021), secara langsung menyampaikan persoalan itu kepada Mas Menteri--sapaan akrab Menparekraf.

"Saya bilang ke beliau pariwisata islami di Aceh selama ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, terutama dari Malaysia. Tapi selama pandemi ini kan ditutup (penerbangan), jadi kita minta dicari solusi," kata Khairil.

Ia meminta kepada Menparekraf agar membicarakan hal itu dengan pihak terkait di kementerian, agar rute penerbangan Aceh Malysia dibuka kembali seperti sediakala, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Saya sudah sampaikan itu kepada menteri, lalu beliau minta kita untuk buat surat dari Pemerintah Aceh. Surat tentang permohonan dibuka rute Kuala Lumpur, Banda Aceh, Sabang, dan Langkawi. Kita minta karena bagaimanapun harus ada izin dari pemerintah kan?," katanya.

Selain itu, Khairil juga meminta Menteri Sandi untuk menggelar even nasional dan internasional di Aceh. (*)

Baca juga: VIDEO Sandiaga Uno Naik Becak Motor dan Disambut Tarian Rapai Geleng di Gampong Nusa Aceh Besar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved