Rabu, 6 Mei 2026

Berita Aceh Barat

Dituding Tak Peduli Persiapan Tim Sepakbola, KONI Aceh Barat: TC Pra-PORA Memang Tidak Ditanggung

“Dari anggaran tersebut, kita akan membagikan ke 26 cabang olahraga (cabor) di Aceh Barat termasuk Askab PSSI,” jelas Ibnu Umar.

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Ketua KONI Aceh Barat, Ibnu Umar memperlihatkan jumlah persediaan anggaran untuk diberikan ke semua cabor di Aceh Barat di kegiatan Pra-PORA, Kamis (21/10/2021), yang berlangsung di Kantor Pariwisata, Pemuda dan Olahraga di Meulaboh. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Barat, H Ibnu Umar mengklarifikasi terkait tudingan Askab PSSI Aceh Barat yang menyebutkan KONI tidak peduli dengan pemusatan latihan atau training center (TC) tim sepakbola Pra-PORA.

Ibnu Umar yang dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (21/10/2021), menjelaskan, jumlah anggaran untuk kegiatan Pra-PORA yang dialokasikan Pemerintah Aceh Barat di APBK Perubahan, sebesar Rp 300 juta.

“Dari anggaran tersebut, kita akan membagikan ke 26 cabang olahraga (cabor) di Aceh Barat termasuk Askab PSSI,” jelas Ibnu Umar.

“Kita sejak awal sudah menyatakan semua cabang kami bantu, tetapi untuk bantuan TC Pra-PORA itu memang semua cabang tidak ada, karena tidak ada anggaran,” lanjut Ibnu Umar didampingi Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Abdullah dan Sekretaris Umum KONI Aceh Barat, Arman Margolang kepada wartawan di Meulaboh.

Disebutkan dia, bahwa bantuan Pra-PORA kali ini, KONI hanya menyediakan anggaran untuk semua cabang ketika mereka bertanding.

Dirincikan, bantuan yang akan diberikan ke semua cabang olahraga nantinya saat mereka akan bertanding di Pra-PORA.

Baca juga: TC Tim Sepakbola Pra-PORA tanpa Bantuan KONI, PSSI Aceh Barat: Kami Tetap Mampu Biayai Sendiri

Berupa uang saku Rp 50 ribu/orang/hari, uang makan Rp 60 ribu/orang/hari, biaya penginapan Rp 100 ribu/orang/hari, dan uang transportasi sesuai dengan kebutuhan ke tempat tujuan.

“Anggaran bantuan tersebut sudah kami siapkan untuk diberikan kepada semua cabor, termasuk untuk Askab PSSI meski ada dualisme SK kepengurusan,” terang Ibnu Umar.

Dipaparkan dia, dualisme SK kepengurusan di Askab PSSI Aceh Barat tersebut membuat belum jelas siapa yang akan bertanggung jawab di Askab PSSI Aceh Barat paska mundurnya Ketua Umum Akrim, tahun lalu.

“Sebab, SK mana yang akan dipakai untuk pertanggungjawaban, baik anggaran dan hal lainnya meski hanya sedikit. Sebab jika ketua umum masih ada, tentu jelas yang bertanggung jawab,” tukasnya.

Dualisme SK pengurus tersebut masing-masing dari hasil kongres berdasarkan SK pertama dengan Ketua Askab PSSI Akrim dan Sekretaris Muhammad Lizam yang dilantik langsung saat itu.

Ia menambahkan, sedangkan SK kedua berganti atas nama T Dedi Iskandar, yang terjadi satu pelantikan hasil kongres.

Baca juga: Askab PSSI Aceh Barat Jaring 40 calon Pemain Pra PORA

Sedangkan kedua SK tersebut dengan nomor yang sama, dan pergantian tersebut menurutnya tanpa melalui musyawarah, dan menimbulkan protes dari pengurus yang diganti tersebut.  

“Kita belum menerima jawaban dari PSSI Provinsi Aceh setelah mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas PSSI Aceh Barat pasca mundurnya ketua umum, apakah wakil ketua atau sekretaris yang saat ini ada dua sekretaris," paparnya.

"Namun demikian, kita tetap memberikan bantuan sesuai dengan persediaan anggaran yang ada demi kemajuan sepakbola,” tegas Ibnu Umar.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved