Gaji Guru
Massa Geruduk Gedung DPRK Bener Meriah Terkait Tunggakan Gaji Tenaga Guru Honorer dan TC ASN
Peserta aksi juga membawa beberapa lembar poster bertuliskan “upah honorer sama seperti harga jangek”, kemudian “jangan tuntut kreatifitas jika TC mas
Penulis: Budi Fatria | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Budi Fatria | Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garis Merah bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kamis (21/10/2021), menggelar aksi unjuk rasa dan beraudiensi ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah.
Aksi massa yang berjumlah dua puluhan orang itu, dimulai dengan menggelar orasi di depan gedung dewan setempat.
Perwakilan massa bergantian menyampaikan orasi yang mempertanyakan terkait dugaan tunggakan gaji tenaga guru honorer dan juga tunjangan khusus (TC) Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah.
Peserta aksi juga membawa beberapa lembar poster bertuliskan “upah honorer sama seperti harga jangek”, kemudian “jangan tuntut kreatifitas jika TC masih ambigu”, serta desakan “Copot Jabatan Kadis Pendidikan Bener Meriah,” begitu tulisan pada poster itu.
Baca juga: Pencuri Tulis Surat untuk Korban, Ngaku Terjerat Pinjol, Kembalikan Barang Curian Lewat Ojek Online
Setelah berorasi selama lebih kurang 15 menit, massa selanjutnya diterima oleh Wakil Ketua I DPRK Bener Meriah, Tgk Husnul Ilmly, Wakil Ketua II, Anwar, dan anggota dewan, Abubakar, serta Sekretaris Disdik Bener Meriah, Saidi.
Selanjutnya, massa aksi dipersilahkan masuk ke dalam gedung dewan untuk beraudiensi di ruang rapat.
“Aksi kita hari ini, imbas dari laporan seratusan lebih tenaga guru honorer dan ASN kepada pihaknya yang menyampaikan persoalan ada kendala dalam pembayaran gaji dan TC mereka,” ujar Koordinator Aksi, Nasri Gayo kepada wartawan usai aksi itu.
Menurut Nasri, para tenaga guru honorer dan ASN ini melaporkan hal tersebut kepada pihaknya, namun tidak ikut serta dalam aksi tersebut dikarenakan jabatan yang mereka emban.
“Tuntutan mereka ini telah diwakilkan kepada kami untuk mempertanyakan terkait tunggakan gaji dan TC ini,” jelasnya.
Baca juga: VIDEO Salut! Aksi Polisi Simeulue Gendong Nenek 90 Tahun yang Minta Diantarkan ke Gerai Vaksinasi
Nasri juga berharap, mudah-mudahan, Pemkab Bener Meriah bisa segera menyelesaikan persoalan dugaan tunggakan gaji guru honorer dan TC ASN Pemkab Bener Meriah tersebut.
Kemudian, dalam aksi itu massa mendesak DPRK Bener Meriah menandatangani pernyataan sikap yang dituangkan dalam tujuh (7) poin tuntutan.
Diantaranya, menuntut transparansi gaji honorer Bener Meriah, evaluasi kinerja SKPK Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, transparansi dana Bos, Kembalikan tugas dan wewenang dari badan legislasi, melakukan pembayaran biaya/jasa gaji honorer dalam 1x7 hari, dan menuntut kenaikan biaya/jasa guru honorer dari Rp 6.000/Jam, menjadi Rp 20.000/Jam, serta yang terakhir, realisasikan tunjangan khusus (TC) ASN Bener Meriah.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRK Bener Meriah, Tgk Husnul Ilmy menyatakan, terkait tujuh poin tuntutan massa aksi ini, akan disampaikan kepada pimpinan daerah untuk ditindaklanjuti selama satu minggu.
“Kami akan sampaikan melalui Ketua DPRK Bener Meriah untuk diteruskan kepada Plt Bupati dan Sekda, kami berharap mohon bersabar,” kata Tgk Husnul sekaligus menutup acara audiensi di ruang sidang DPRK setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/massa-87uhhjk.jpg)