Internasional
Jet Temput Arab Saudi Gempur Sanaa, Targetkan Gudang Rudal dan Drone Milisi Houthi
Jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur Ibu Kota Sanaa, Yaman sepanjang Kamis (21/10/2021) malam.
Houthi bersumpah untuk melanjutkan operasi militer mereka sampai mereka menguasai seluruh Yaman.
“Operasi militer kami di dalam dan di luar Yaman akan berlanjut sampai agresi dihentikan," kata Mohammed Al-Bukhaiti, seorang pemimpin Houthi di Twitter.
"Pengepungan dicabut bersamaan pasukan asing harus meninggalkan Yaman,” tegasnya.
Juru bicara Houthi Mohammed Abdul-Salam menuduh Dewan Keamanan PBB bias.
“Pengadopsian posisi agresor oleh Dewan Keamanan bukanlah hal baru, dan merupakan bias yang kasar dan buta,” kata Abdul-Salam.
Pada Rabu (20/10/2021) Dewan Keamanan PBB mengecam Houthi karena mengancam navigasi internasional di Laut Merah.
Terutama meningkatkan serangan mematikan di Marib, dan menghalangi pemberian bantuan kepada orang-orang yang terperangkap.
Baca juga: Konflik Yaman Sebabkan 10.000 Anak-anak Tewas atau Cacat Sejak 2015
DK PBB mendesak faksi-faksi yang bertikai di Yaman untuk mematuhi upaya perdamaian yang dipimpin PBB.
Dalam sebuah pernyataan, Dewan Keamanan menekankan perlunya de-eskalasi oleh semua pihak di Yaman.
Terutama diakhirinya eskalasi Houthi di Marib.
DK PBB juga mengutuk penggunaan kekerasan seksual dan perekrutan dan penggunaan anak-anak dalam konflik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/serangan-udara-arab-saudi-di-provinsi-marib-yaman.jpg)