Internasional
Jet Temput Arab Saudi Gempur Sanaa, Targetkan Gudang Rudal dan Drone Milisi Houthi
Jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur Ibu Kota Sanaa, Yaman sepanjang Kamis (21/10/2021) malam.
SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur Ibu Kota Sanaa, Yaman sepanjang Kamis (21/10/2021) malam.
Serangan udara itu menargetkan gudang rudal dan drone milisi Houthi.
Juru bicara koalisi Arab Saudi, Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki mengatakan telah meluncurkan serangan udara di sejumlah lokasi militer di Sanaa.
Dia mengatakan serangan itu ditujukan ke lokasi drone bermuatan bahan peledak dan rudal balistik, seperti dilansir ArabNews, Jumat (22/10/1021).
Dikatakan, serangan udara itu untuk menggagalkan serangan mematikan terhadap sasaran sipil di dalam dan luar Yaman, terutama Arab Saudi.
Al-Maliki mengatakan serangan udara diluncurkan sebagai tanggapan atas serangan Houthi di bandara Saudi, pembangkit listrik dan infrastruktur publik lainnya.
Baca juga: Pasukan Yaman Rebut Kembali Distrik Juba Marib dari Cengkeram Milisi Houthi
“Jika milisi Houthi melanjutkan pelanggaran berat dengan terus menargetkan warga sipil, objek sipil dan infrastruktur, maka akan ada serangan udara lebih besar lagi," katanya.
Sementara itu, pertempuran sengit meletus di luar pusat kota Marib pada Kamis (21/10/2021).
Perang itu hanya sehari setelah Dewan Keamanan PBB mengutuk operasi militer milisi Houthi yang didukung Iran di Provinsi Marib.
Penduduk dan pejabat militer mengatakan pertempuran sengit meletus antara pasukan pemerintah dan milisi Houthi di Distrik Juba, selatan Marib,
Dikatakan, puluhan pejuang tewas ketika milisi saat meningkatkan serangan darat dan drone serta dan rudal di daerah-daerah yang dikuasai pemerintah.
Pertempuran dimulai pada Rabu (20/10/2021), ketika Houthi menyerang pasukan pemerintah di Juba dalam upaya menerobos ke kota Marib.
Milisi Houthi terpaksa menghentikan serangan mereka setelah menderita kerugian besar dan gagal membuat kemajuan apa pun, menurut koalisi.
Baca juga: Pertempuran di Marib Yaman Makin Meningkat, 140 Orang Tewas
Juga pada Kamis (21/10/2021), Houthi bereaksi dengan marah terhadap seruan terbaru Dewan Keamanan untuk menghentikan permusuhan di Provinsi Marib.
Sekaligus mengakhiri pengepungan mereka terhadap beberapa distrik dan terlibat secara positif dengan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.
Houthi bersumpah untuk melanjutkan operasi militer mereka sampai mereka menguasai seluruh Yaman.
“Operasi militer kami di dalam dan di luar Yaman akan berlanjut sampai agresi dihentikan," kata Mohammed Al-Bukhaiti, seorang pemimpin Houthi di Twitter.
"Pengepungan dicabut bersamaan pasukan asing harus meninggalkan Yaman,” tegasnya.
Juru bicara Houthi Mohammed Abdul-Salam menuduh Dewan Keamanan PBB bias.
“Pengadopsian posisi agresor oleh Dewan Keamanan bukanlah hal baru, dan merupakan bias yang kasar dan buta,” kata Abdul-Salam.
Pada Rabu (20/10/2021) Dewan Keamanan PBB mengecam Houthi karena mengancam navigasi internasional di Laut Merah.
Terutama meningkatkan serangan mematikan di Marib, dan menghalangi pemberian bantuan kepada orang-orang yang terperangkap.
Baca juga: Konflik Yaman Sebabkan 10.000 Anak-anak Tewas atau Cacat Sejak 2015
DK PBB mendesak faksi-faksi yang bertikai di Yaman untuk mematuhi upaya perdamaian yang dipimpin PBB.
Dalam sebuah pernyataan, Dewan Keamanan menekankan perlunya de-eskalasi oleh semua pihak di Yaman.
Terutama diakhirinya eskalasi Houthi di Marib.
DK PBB juga mengutuk penggunaan kekerasan seksual dan perekrutan dan penggunaan anak-anak dalam konflik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/serangan-udara-arab-saudi-di-provinsi-marib-yaman.jpg)