Penyuluh Agama yang Mengurusi Ratusan Jenazah Pasien Covid
SEBAGIAN besar pasien yang pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh pasti kenal
Ustaz Ali, dari NTT Mengabdi di Aceh
Dia putra asli Nusa Tenggara Timur (NTT). Tetapi pengabdiannya untuk Aceh sungguh luar biasa. Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda, penyuluh agama non-PNS ini tidak hanya memberikan semangat kepada mereka yang sakit, tetapi juga terpanggil mengurus (tajhiz) jenazah pasien yang terinfeksi. Dia lah sang pelayan terakhir yang menangani korban Covid-19.
SEBAGIAN besar pasien yang pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh pasti kenal dengan Ustaz Ali. Jika pun tak kenal, pasti pernah bertemu atau melihatnya.
Ya Ustaz Ali memang rutin berkunjung ke rumah sakit ini. Tapi dia bukan dokter, bukan perawat, dan juga bukan staf rumah sakit. Dia hanya seorang pegawai non-PNS yang bekerja sebagai penyuluh agama Islam di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Banda Aceh.
Kedatangannya ke RSUD Meuraxa sakit juga untuk memberikan penyuluhan kepada para pasien dan keluarga mereka. Ustaz Ali juga kerap memimpin pasien yang sedang dalam keadaan sakaratul maut, agar senantiasa ingat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Rutinitas itu telah dilakukan Ustaz Ali sejak 2010 silam.
Pandemi Covid-19 yang melanda Aceh tiga tahun lalu bahkan tak menyurutkan aktivitasnya. Ustaz Ali malah semakin sibuk. Ia dengan iklas mengabdikan hidupnya membantu para pasien dan keluarga pasien yang divonis terinfeksi covid.
Dia memberikan penguatan dan motivasi kepada pasien yang sedang menjalani perawatan dan isolasi. Ustaz Ali bahkan terpanggil untuk mentajhizkan jenazah pasien covid. Mulai dari memandikan, mengkafankan, menshalatkan, bahkan mengebumikan jenazah.
Sudah lebih dari seratus jenazah yang ditajhizkan Ustaz Ali sepanjang pandemi ini. Di antaranya termasuk tokoh publik Aceh, baik dari kalangan pemerintah hingga akademisi. Di setiap doanya seusai menguburkan jenazah, Ustaz Ali senantiasa memohon kepada Allah agar musibah ini segera berlalu dan mereka yang sudah pergi mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya.
Ustaz Ali rela menghadapi risiko yang ditakuti semua orang. Risiko terinfeksi yang bahkan bisa mengancam keluarganya sendiri. Atas dedikasinya itulah, Kementerian Agama Kota Banda Aceh mendokumentasikan aktivitas Ustaz Ali di YouTube Kankemenag Kota Banda Aceh.
Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Meuraxa, dr Ihsan SpM, mengaku, pihak rumah sakit sangat terbantu sekali dengan keberadaan Ustaz Ali dan timnya.
"Kami banyak mendapat pesan dari pihak keluarga pasien yang mengucapkan terima kasih kepada Ustaz Ali dan tim," ujar Ihsan sebagaimana dikutip Serambi dari Youtube Kankemenag Kota Banda Aceh.
Tak hanya itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg juga ikut mengapresiasi dedikasi Ustaz Ali. Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, bahkan mengaku terharu dan bangga atas dedikasi yang ditunjukkan penyuluh agama Islam tersebut.
Menurut Aminullah, Ustaz Ali merupakan sosok yang memberikan inspirasi, yang benar-benar mendedikasikan dirinya untuk tugas-tugas mulia. Aminullah menyebut Ustaz Ali sebagai pahlawan kemanusian. "Saya berharap senantiasi akan lahir para pahlawan inspirasi bagi Kota Banda Aceh," harap Wali Kota.
Lalu siapa sebenarnya Ustaz Ali yang begitu iklas mendedikasikan dirinya untuk masyarakat Aceh ini? Ustaz Ali sebenarnya adalah putra asli Nusa Tenggara Timur (NTT), nama lengkapnya adalah Ali Arsyad Isu. Dia rela meninggalkan kotanya melanglang buana, hingga kemudian hatinya terjerat di bumi Aceh.
Ia menamatkan studi di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta, dan menyelesaikan studi magisternya di UIN Ar-Raniry Banda Aceh tahun 2019. Ustaz Ali mulai bekerja sebagai penyuluh agama Islam di Kankemenag Kota Banda Aceh sejak 2010 hingga saat ini, dengan status pegawai non-PNS.
Terima kasih Ustaz Ali. Semoga pengabdiannya untuk masyarakat Aceh mendapatkan keridhaan dari keluarga, untuk misi akhiratnya sebagai pelayan terakhir dalam menangani korban Covid-19. Dan semoga, wabah pandemi ini bisa secepatnya berakhir di bumi Aceh.(yocerizal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ustaz-ali-dan-timnya-menguburkan-jenazah-pasien-covid-19.jpg)