Rabu, 22 April 2026

Hadiah Negara untuk NU

Azyumardi Azra Minta Yaqut Hati-hati Beri Pernyataan, Menteri Agama: Cuma Sebatas Semangati Santri

Cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra menanggapi pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kemenag...

Editor: Eddy Fitriadi
(KOMPAS/KRISTIANTO PURNOMO)
Cendekiawan muslim yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra. Azyumardi Azra menanggapi pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kemenag adalah hadiah negara untuk NU. 

SERAMBINEWS.COM - Cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra menanggapi pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kemenag adalah hadiah negara untuk NU.

Sebagaimana diketahui, pernyataan Yaqut tersebut menuai kontroversi sejumlah kalangan.

Azyumardi Azra menyarankan baik Menag Yaqut maupun pihak lain yang melempar kritik untuk saling meredamkan emosi.

Menurut dia, setelah pernyataan kontroversi itu, Menag Yaqut perlu melakukan dialog dengan seluruh representasi dari seluruh umat beragam di Indonesia.

Ia pun mengingatkan peran Kementerian Agama (Kemenag) untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama.

"Saya kira menteri agama perlu bicara dengan semua representasi umat beragama, baik di kalangan Muslim, non Muslim, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu."

"Semua diajak dialog bagaimana menciptakan kehidupan agama yang rukun dan harmonis."

"Tidak saling curiga apalagi kemudian beredar pernyataan yang kurang pas," kata Azyumardi, dikutip dari tayangan YouTube TV One, Senin (25/10/2021).

Azyumardi mengatakan, Kemenag lebih baik fokus kepada upaya menguatkan kerukunan umat beragama.

 Apalagi di saat pandemi Covid-19, masyarakat perlu mendapat kesejukan dari suasana harmonis antar umat beragama.

Ia pun menyinggung peran Kemenag dalam kehidupan antar umat agama.

"Kita perlu memberikan kesejukan keagamaan kepada semua umat beragama melalui Kementerian Agama."

"Fungsi Kementerian Agama antar lain agama itu memperkuat kerukunan intra agama, kerukunan antar umat bergama, kerukunan antara umat beragama dan pemerintah," tutur dia.

Untuk itu, ia meminta Menag Yaqut untuk bisa lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan.

Jangan sampai pernyataan yang dlontarkan membuat gesekan antara umat beragama dengan Kemenag sebagai instansi pemerintan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved