Breaking News:

Berita Aceh Utara

Salut! Anggota DPRK Ini Sukses Ajari Prajurit TNI Baca Quran Saat Konflik Aceh Meski Dulu Masih SMA

“Alhamdulillah, dalam waktu enam bulan mereka mampu membaca Quran dengan fasih,” ujar anggota DPRK Aceh Utara periode 2019-2024 ini. 

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Saifuddin MAP, anggota Komisi II DPRK Aceh Utara 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Saifuddin sampai sekarang masih mampu mengingat dengan detil proses ketika ia mengajari beberapa personel TNI cara baca Alquran diawali dengan memperkenalkan huruf hijaiyah. 

Prajurit TNI yang ditugaskan saat konflik Aceh dulu itu membangun markas sementara dekat dengan rumahnya di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara

Saat itu, sulung dari empat bersaudara tersebut masih sekolah, tepatnya duduk di kelas II SMA.

“Alhamdulillah, dalam waktu enam bulan mereka mampu membaca Quran dengan fasih,” ujar anggota DPRK Aceh Utara periode 2019-2024 ini. 

Lulusan Magister di Program Studi Administrasi Publik Universitas Malikussaleh itu, saat ini duduk di Komisi II. 

Ketika kuliah dulu, ayah empat anak, tiga putra satu putri ini sudah aktif dalam banyak organisasi kampus dan di luar kampus. 

Baca juga: Kisah Anggota DPRK Aceh Utara Rakit Senpi dan Racik Bom Saat Konflik Aceh, Masuk GAM Usai Tamat SMA 

Pria kelahiran 1 Januari 1984 ini, mulai mengenal organisasi setelah mengikuti pelatihan dasar organisasi di Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unimal. 

“Saat itu, banyak mahasiswa yang tidak mampu baca Alquran, karena itu saya tertarik organisasi tersebut karena ingin membantu mengajari baca Alquran,” ungkap suami Salma, AMd ini.

Komitmennya kemudian dibuktikan dengan menjadi salah satu relawan mengajar mahasiswa baru Unimal agar mampu membaca Alquran

Semasa kuliah juga, Saifuddin belajar bagaimana belajar berpolitik dan belajar berdemokrasi.

Tahun 2007, ia pernah mencalonkan diri sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas. Namun, gagal.

Tapi kegagalan itu yang semakin memotivasinya untuk terus belajar banyak hal lainnya yang tidak ditemukan dalam proses perkuliahan. 

Baca juga: Anggota DPRK Aceh Utara Ini Dulu Jadi Pemasok Senpi untuk GAM, Sempat Terjebak Razia Begini Kisahnya

Sehingga mantan keuchik Paloh Awe ini, saat itu menjadi pekerja sosial dengan berbagai organisasi lokal yang bekerja sama dengan lembaga asing, salah satunya, Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU).

Seusai menyelesaikan pendidikan sarjana, pria yang meraih 1.263 suara dalam Pemilu 2019, menjadi asisten dosen di Unimal. 

“Saat itu, saya sempat mengajar beberapa mata kuliah di Unimal, salah satunya teori organisasi,” ujar mantan jurnalis di suara komunitas Yogyakarta tersebut. 

Alumnus Ilmu Administrasi Negara itu terpilih menjadi anggota dewan dalam Pemilu 2019.

Baca juga: Kisah GAM yang Kini Anggota DPRK Aceh Utara, Dulu Kemana-mana Bawa Uang Satu Ransel & Sepucuk Pistol

Ia berhasil mendapat suara terbanyak dari calon lain di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan empat.(*)  

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved