Internasional
Warga Maroko Protes Vaksin Covid-19, Syarat Bekerja dan Tempat Umum
Demonstran turun ke jalan-jalan Ibu Kota Rabat untuk memprotes vaksin Covid-19 sebagai syarat bekerja dan berada di tempat umum.
SERAMBINEWS.COM, RABAT - Demonstran turun ke jalan-jalan Ibu Kota Rabat untuk memprotes vaksin Covid-19 sebagai syarat bekerja dan berada di tempat umum.
Dilaporkan, sejumlah demonstran bentrok dengan polisi.
Mereka mengecam keputusan mewajibkan vaksinasi virus Corona untuk bekerja dan memasuki tempat-tempat umum.
Keputusan itu mulai berlaku 21 Oktober 2021, seperti dilansir ArabNews, Kamis (28/10/2021).
Maroko telah menetapkan, bukti vaksinasi untuk memasuki tempat kerja mereka.
Dalam sebuah pernyataan, pemerintah mengatakan pengusaha memiliki tanggung jawab hukum langsung untuk menegakkan keputusan tersebut.
Baca juga: Polisi Maroko Gerebek Persembunyian Kelompok ISIS, Lima Orang Ditangkap
Vaksin Covid-19 ini juga diperlukan untuk mengakses layanan dalam ruangan seperti restoran dan bank serta perjalanan domestik dan internasional.
Kerajaan Afrika Utara berpenduduk 36 juta orang ini memiliki tingkat vaksinasi tertinggi di Afrika.
Dimana, lebih dari 50 persen populasi diinokulasi penuh.
Awal bulan ini, pemerintah juga mulai memberikan suntikan booster.
Tetapi persyaratan vaksin yang tiba-tiba dan tersebar luas juga telah memicu tentangan.
Sehingga, menyebabkan kerumunan besar di pusat-pusat vaksinasi ketika orang-orang bergegas mendapatkan suntikan.
Di ibu kota, Rabat, pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung parlemen.
Baca juga: Inggris Rencanakan Impor Tenaga Listrik Angin dan Surya dari Maroko, Melalui Kabel Laut
Mereka meneriakkan slogan-slogan menentang aturan tersebut dengan alasan bertentangan dengan hak asasi manusia dan kebebasan sipil.
Polisi membentuk barisan untuk mencegah para demonstran yang marah masuk ke dalam gedung legislatif.
Beberapa pengunjuk rasa bentrok dengan polisi saat mereka didorong pergi ke Mohammed V Avenue yang mengarah ke gedung parlemen.
Di antara pengunjuk rasa, termasuk Nabila Mounib, seorang anggota parlemen dan sekretaris jenderal Partai Sosialis Bersatu yang beroposisi.
Baca juga: Panglima Militer Aljazair Tuduh Maroko Sebar Tindakan Bermusuhan, Dukung Gerakan Separatis
Dia bergabung dengan protes setelah dilarang memasuki gedung parlemen karena muncul tanpa izin vaksinasi.
Adegan serupa terjadi di kota-kota Maroko lainnya, dengan puluhan pengunjuk rasa turun ke jalan di kota terpadat di negara itu.
Seperti di Kota Casablanca, serta tempat-tempat wisata Marrakech dan Agadir.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-maroko-protes-vaksin-covid-19.jpg)