Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Warga Sudan Siap Gelar Pawai Jutaan Orang, Junta Militer Harus Pergi

Warga Sudan sudah siap melaksanakan pawai jutaan pada Sabtu (30/10/2021) dengan slogan 'Junta Militer Pergi.'

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Para demonstran mengibarkan bendera nasional saat berkumpul di 60th Street di ibu kota Khartoum, untuk mengecam kudeta militer pada Senin (25/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, KHARTOUM - Warga Sudan sudah siap melaksanakan pawai jutaan pada Sabtu (30/10/2021) dengan slogan 'Junta Militer Pergi.'

Pada aksi demonstrasi pada Kamis (28/10/2021) malam, pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa di Bahri.

Sebuah wilayah yang dibarasi sungai dari ibu kota Khartoum.

Pasukan keamanan menggunakan peluru tajam dan peluru karet, kata saksi mata.

Satu komite dokter mengatakan satu orang tewas dalam bentrokan itu dan dua lainnya yang terluka dalam kondisi kritis.

Sementara, Burhan menegaskan kembali peran dominan tentara di Sudan sejak kemerdekaan pada tahun 1956.

Baca juga: Tujuh Demonstran Anti-Kudeta Militer di Sudan Tewas, Junta Militer Pecat Sejumlah Dubes Pembangkang

Setelah berminggu-minggu gesekan antara militer dan warga sipil atas berbagai masalah.

Termasuk menyerahkan Bashir dan lainnya ke Den Haag untuk menghadapi tuduhan kejahatan perang.

Burhan, yang akan segera menyerahkan kepemimpinan Dewan Kedaulatan kepada warga sipil, mengatakan ingin mencegah perang saudara.

Dia telah menjanjikan pemilihan umum pada Juli 2023.

Kudeta telah menyebabkan para donor membekukan bantuan yang sangat dibutuhkan.

Di mana lebih dari separuh penduduknya berada dalam kemiskinan dan kesulitan ketidakstabilan serta perang saudara.

Setelah beberapa dekade status paria di bawah Bashir, Sudan akhirnya memenangkan bantuan Barat, yang baru saja mulai menstabilkan ekonominya.

Baca juga: AS Ancam Hentikan Bantuan ke Sudan, Telah Peringatkan Militer Jangan Kudeta Pemerintah

Amerika Serikat telah membekukan $700 juta dalam bentuk bantuan.

Bank Dunia, yang memberi Sudan akses $2 miliar dalam bentuk pembiayaan pada Maret 2021, telah menghentikan pencairannya.

IMF, yang menyetujui $2,5 miliar dalam pendanaan untuk Sudan pada Juni 2021 belum mengomentari implikasi dari pengambilalihan tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved