Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Berita Aceh Barat

Sekda Aceh : Jangan Bosan, Terus Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Sukses pelaksanaan vaksinasi adalah bentuk tanggungjawab dan rasa sayang seorang pimpinan daerah, sebagai upaya melindungi rakyat dari paparan CoviD

Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M. Kes didampingi Asisten III Sekdakab Aceh Barat, Marwandi,SE, Plt Kadis DPMG Aceh, Zulkifli dan Unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Barat, memberikan Arahan Terkait Percepatan Vaksinasi Sekaligus Evaluasi Dana Desa di Hadapan Para Camat serta Para Keuchik se Kabupaten Aceh Barat, di Aula Bappeda Aceh Barat, Senin (1/11/2021). 

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Sukses pelaksanaan vaksinasi adalah bentuk tanggungjawab dan rasa sayang seorang pimpinan daerah, sebagai upaya melindungi rakyatnya dari paparan Covid-19.

Oleh karena itu, para keuchiek diimbau untuk terus mensosialisasikan protokol kesehatan dan mensukseskan gerakan vaksinasi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah, saat memberikan arahan kepada para keuchik se-Kabupaten Aceh Barat, di Aula Bappeda Aceh Barat, Senin (1/11/2021).

“Pelaksanaan vaksinasi adalah bentuk tanggungjawab seorang pemimpin, bentuk rasa sayang untuk melindungi rakyatnya dari paparan Covid-19.

Jangan Bosan, mari secara bersama terus kita sosialisasikan dan ajak masyarakat untuk ikut vaksinasi, sebagai bentuk ikhtiar kita mencegah penularan virus ini,” ujar Sekda.

Baca juga: Aplikasi PeduliLindungi Mulai Diterapkan di Kantor Gubernur Aceh, Tak Vaksin Tak Bisa Masuk

Taqwallah juga menjelaskan, selama ini berbagai penelitian dan pengalaman telah membuktikan, bahwa vaksinasi adalah cara yang sudah terbukti ampuh melemahkan penyakit yang dibawa oleh virus.

Berdasarkan pengalaman tersebut, saat ini Indonesia dan seluruh dunia sedang gencar melaksanakan vaksinasi, untuk menekan penyebaran Covid-19.

Kepada para keuchik, Sekda juga menceritakan kisah sukses vaksinasi, yaitu vaksinasi cacar dan vaksinasi polio. Berkat gerakan massal imunisasi cacar dan polio berhasil ditanggulangi.

“Pada dekade 1960-an hingga 1970-an, sebanyak 100 hingga 200 orang divaksinasi cacar setiap hari. Setelah sukses, tahun 1980 imunisasi cacar dihentikan.

Selanjutnya, vaksinasi polio tahun 1995-1997. Pada bulan September anak usia 5 hingga 10 tahun diberi vaksin polio. Sejak 2006 kasus polio tidak lagi ditemukan. Hingga akhirnya pada 27 Maret 2014 diterbitkan Sertifikat Bebas Polio,” ungkap Taqwallah.

Baca juga: Teken MoU dengan Murban Energy, Gubernur Aceh Nova Iriansyah Terbang ke Dubai

Sekda juga menambahkan, hingga saat ini setiap calon Jama’ah Haji dan Umrah juga wajib vaksin meningitis, untuk mencegah penularan sakit peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang.

“Jika tidak divaksin meningitis, maka calon jama’ah haji dan umrah tidak dibolehkan masuk ke wilayah Arab Saudi. Kini, aturan terbaru maskapai penerbangan, yang belum vaksin tidak bisa melakukan perjalanan dengan pesawat terbang” imbuh Taqwallah.

Covid-19, sambung Sekda, disebabkan oleh virus corona dan dapat diantisipasi dengan vaksinasi. Selain itu, memakai masker dan menjaga jarak juga menjadi hal yang penting diterapkan.

Taqwallah menjelaskan, dari sejumlah kasus yang terjadi di Aceh selama ini, hampir 100 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit adalah pasien yang belum menerima suntikan vaksin Covid-19.

Baca juga: Besok, KPK Juga Datang ke Gedung DPRK Lhokseumawe, Ini Tujuannya

“Virus corona menyerang paru-paru hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia karena pernapasan tersendat. Karena itu, akan sangat berbahaya jika seseorang pasien covid-19 belum menerima suntikan vaksin apalagi pasien tersebut memiliki penyakit penyerta.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved