Minggu, 19 April 2026

Sepak Bola

Pendukung Inggris Dihukum Dua Bulan Penjara, Hina Rashford, Sancho dan Saka Usai Final Euro 2020

Seorang pendukung Timnas Inggris yang menghina pemain kulit hitam Inggris dihukum 10 pekan atau dua bulan penjara.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Paul ELLIS
Bukayo Saka (tengah), anggota Timnas Inggris termasuk di antara mereka yang menerima pelecehan rasial secara online seusai kalah di Final Euro 2020 dari Italia. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Seorang pendukung Timnas Inggris yang menghina pemain kulit hitam Inggris dihukum 10 pekan atau dua bulan penjara.

Dia melakukan pelecehan rasial terhadap pemain Inggris Marcus Rashford , Jadon Sancho dan Bukayo Saka.

Dia melemparkan hinaan usai timnas Inggris kalah dalam final Euro 2020 melawan Italia.

Dilansir AFP, Rabu (3/11/2021), tersangka Jonathon Best (52) memposting video berdurasi 18 detik di Facebook.

Dia membuat kata-kata kasar sangat ofensif tentang para pemain menyusul kekalahan adu penalti Inggris dari Italia pada pertandingan Juli 2021 di Wembley.

Dia dijatuhi hukuman di Pengadilan Magistrat Willesden di London pada Selasa (2/11/2021).

Sebelumnya, dia mengaku bersalah karena mengirim pesan melalui jaringan komunikasi publik.

Atau materi yang sangat ofensif dan tidak senonoh atau cabul atau mengancam.

Baca juga: Dinosaurus Neil Warnock Pecahkan Rekor Sebagai Manajer Klub Inggris Terlama

Rashford, Sancho dan Saka, yang semuanya berkulit hitam, menerima banyak pelecehan daring setelah gagal mencetak gol penalti.

Saat Inggris gagal memenangkan trofi pertama mereka sejak Piala Dunia 1966.

Hakim, Pengadilan Denis Brennan, mengatakan telah mempertimbangkan hukuman percobaan.

Tetapi memutuskan untuk menjatuhkan hukuman penjara untuk mencegah orang lain melakukan hal serupa.

"Kata-kata yang Anda gunakan kuno, keji, dan ofensif," ujar hakim.

"Kata-kata itu menyerang sifat masyarakat yang beradab dan korosif," kata Brennan saat menjatuhkan hukuman kepadanya.

Best, seorang pengemudi forklift dari London, dilaporkan ke Facebook dan polisi oleh seorang rekan dan teman Facebook setelah menolak menghapus postingannya.

Baca juga: Wolves Kutuk Everton dengan Kekalahan Terus Berlanjut di Liga Premier Inggris

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved