Sepak Bola
Pendukung Inggris Dihukum Dua Bulan Penjara, Hina Rashford, Sancho dan Saka Usai Final Euro 2020
Seorang pendukung Timnas Inggris yang menghina pemain kulit hitam Inggris dihukum 10 pekan atau dua bulan penjara.
Ketika didekati oleh seorang teman Facebook yang memintanya untuk menghapus konten yang sangat menyinggung, Best menjawab:
'Ini profil saya, saya dapat melakukan apa yang saya inginkan.'," kata jaksa Elaine Cousins.
"Sama sekali tidak ada ruang dalam permainan, atau di tempat lain, untuk rasisme," tegasnya.
"Saya harap penuntutan ini dapat mendidik dan mencegah orang memposting kebencian di media sosial,' tambahnya.
Pada Agustus 2020, polisi Inggris menangkap 11 orang karena posting media sosial rasis setelah final Euro 2020.
Raksasa media sosial termasuk Facebook dan Twitter mendapat tekanan dari para pemimpin politik dan olahraga.
Agar menghapus konten pelecehan rasis di platform mereka.
Acara pameran di London juga dirusak oleh kekerasan dan gangguan kerumunan.
Baca juga: Piala Eropa Wanita 2022 Diundi di Manchester, Inggris Jadi Tuan Rumah
Saat para penggemar tanpa tiket memasuki stadion Wembley secara paksa dan bentrok dengan petugas keamanan.
Pemain Inggris juga mengalami pelecehan rasial selama kualifikasi Piala Dunia 2022 di Hongaria pada September 2021.
Badan sepak bola dunia FIFA kemudian memerintahkan Hungaria memainkan dua pertandingan kandang secara tertutup dan denda $219.000.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anggota-timnas-inggris-dapat-pelecehan-rasis.jpg)