Sabtu, 18 April 2026

Pemerintah Antisipasi Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19 Usai Libur Tahun Baru

Pemerintah menekankan, penerapan kebijakan dan langkah intervensi tetap harus diiringi dengan percepatan dan perluasan vaksinasi.

YouTube KompasTV
Menkominfo Johnny G Plate (kiri) dan presenter Rosiana Silalahi dalam acara Rosi KompasTV, Jumat (5/6/2020). Johnny dan Rosi berdebat mengenai media mainstream yang disebutkan turut berperan menyebarkan hoaks. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mengambil langkah antisipasi gelombang ketiga Covid-19 pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menuturkan kebijakan yang dipersiapkan antara lain memotong cuti bersama 24 Desember 2021 hingga melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengambil cuti.

Ia juga meminta masyarakat berpartisipasi aktif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan segera vaksinasi.

"Peningkatan mobilitas dikhawatirkan akan memicu terjadinya lonjakan kasus seperti saat libur akhir tahun 2020. Kita tidak ingin pengalaman itu kembali terulang," kata Johnny kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).

"Kita ketahui pula, kenaikan kasus sudah terjadi di beberapa daerah. Meskipun angka tersebut rendah tapi tentu saja butuh perhatian kita bersama untuk berusaha mengantisipasinya," tambahnya.

Baca juga: Ribuan Warga Iran Peringati Pengepungan Kedutaan Besar AS di Teheran 1979

Baca juga: 226 Orang Divaksin di Kantor Ditlantas Polda Aceh

Baca juga: Kepala Komandan Elit Pengawal Revolusi Iran Tegaskan AS Gagal Tekan Negaranya

Pemerintah menekankan, penerapan kebijakan dan langkah intervensi tetap harus diiringi dengan percepatan dan perluasan vaksinasi.

Penguatan 3T (tracing, tracking, treatment) tidak bisa ditawar agar kasus Covid-19 dapat terkendali.

"Kami harapkan masyarakat dapat memahami dan mematuhi aturan yang ditetapkan, karena pencegahan gelombang ketiga COVID-19 ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Johnny.
Periode libur panjang seperti Nataru ini berpotensi kembali meningkatkan mobilitas masyarakat.

Pemerintah menyiapkan kebijakan yang mengatur pergerakan masyarakat di pusat perbelanjaan, lokasi wisata, sarana transportasi, dan tempat-tempat lain yang berpotensi mengalami peningkatan mobilitas dan memunculkan kerumunan.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia Dicky Budiman menuturkan Nataru menjadi ancaman level moderat.

Baca juga: Arab Saudi Izinkan Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Anak dan Remaja Berusia 5 Sampai 11 Tahun

Baca juga: Denmark Luncurkan Susu Organik, Mempromosikan Gaya Hidup Lebih sehat di Arab Saudi

Baca juga: Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah Meninggal, Suami Nirina Zubir Kenang Pertama Kali Jumpa Mendiang

Dicky meyakini, gelombang ketiga yang ditimbulkan akibat Nataru tidak akan melebihi kondisi penularan dan angka kematian yang tinggi seperti gelombang kedua.

"Selama variannya tidaklah lebih atau sama dari delta tidak akan parah. Ini sementaara kita responnya seperti ini," tuturnya.

Dia masih memantau varian-varian baru yang levelnya lebih dari delta di tingkat global.

Kewaspadaan tetap harus menjadi prioritas dalam menjalankan kegiatan di luar rumah yakni menjalankan protokol kesehatan.

"Di tingkat nasional masyarakat harus taat memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," pungkas Dicky.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved