Breaking News:

BPKS Jaring Masukan Terkait Strategi Pengembangan Pariwisata dan Promosi Sabang

BPKS diharapkan membawa perubahan yang signifikan dan kompetitif, karena pengembangan pariwisata juga berkaitan dengan ekosistem di kawasan itu.

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Pedagangan Sabang (BPKS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Mata Ie Resort Hotel, Sabang, Kamis (4/11/2021). Foto: Handover Serambinews.com 

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Pedagangan Sabang (BPKS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memajukan pariwisata Sabang.

FGD tersebut bertujuan untuk menjaring berbagai masukan dan rekomendasi untuk memajukan pariwisata Sabang dengan konsep terintegrasi dan berkelanjutan.

Acara dilaksanakan oleh Deputi Komersil dan Investasi, bertempat di Mata Ie Resort Hotel, Sabang, Kamis (4/11/2021).

Tampil sebagai nara sumber, di antaranya Fadjar Hutomo (Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Kosmas Harefa (Asisten Deputi Pembanguna Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi), Muhammad Firdaus (Kepala Sub Direktorat Wilayah Sumatera dan Kalimantan Kementerian Investasi/BKPM).

Juga ada Erwanto (Deputi Komersial dan Investasi BPKS), Aryo Kuncoro (Assiciate Director Urban Design, AECOM Indonesia), Doddy Dwinanda (Directorat Design and Planning Economics, AECOM Indonesia).

Sementara itu secara virtual hadir Christine Hutabarat (Direktur Strategi Bisnis dan Pemasaran PT Indonesia Hotel Natour) serta Faisal (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sabang).

Baca juga: Kesehatan Erdogan Dirumorkan Menurun Setelah Hadiri KTT G20 di Italia

Baca juga: Arab Saudi Dominasi Obesitas Global, Habiskan Rp 27 Triliun Setahun

Baca juga: WHO Sebut Eropa Menjadi Pusat Global Kasus Covid-19 Sekali Lagi

Dalam rilis Humas BPKS yang diterima Serambinews.com, disebutkan, dalam acara FGD itu dihasilkan sejumlah rekomendasi yang menjadi acuan dalam mengembangkan pariwasata di Sabang.

“Tentunya harus berdasarkan pada komitmen dan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat setempat, mengingat tidak hanya terfokus pada objek wisata bahari, tapi objek wisata spritual juga,” tulis rilis tersebut.

BPKS juga diharapkan menjadi sebagai pembawa perubahan yang signifikan dan kompetitif, karena pengembangan pariwisata juga berkaitan dengan ekosistem di kawasan itu.

Dalam hal ini, BPKS menampilkan posisi yang berbeda. Sehingga tidak menjadi saingan, melainkan sebagai destinasi baru yang disertai dengan pembangunan pusat budaya daerah.

Selanjutnya, perubahan paradigma wisata massal ke wisata yang lebih khusus, menjadi bagian yang harus dilakukan secara khusus juga.

“Seiring itu, perlu juga diperhatikan tahapan-tahapan pengembangannya, seperti akselarasi wisata, penetrasian pasar, dan diversifikasi produk lokal,” tulis Humas BPKS Sabang.(*)

Baca juga: Pria Ini Lompat ke Sungai Hindari Serangan Tawon, Malah Tewas Dimangsa Ikan Buas Piranha

Baca juga: Kisah Pilu Mantan Ratu Kecantikan, Diselingkuhi Suami Saat Hamil dan Diusir Setelah Melahirkan

Baca juga: Deretan Kapolda Aceh Dari Masa Ke Masa, Catat Nama-nama dan Periode Jabatannya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved