Internasional
Musim Dingin Semakin Dekat, Warga Korea Utara Terancam Kelaparan
Musim dingin yang semakin dekat akan dapat mengancam kelaparan di Korea Utara. Peringatan keras itu datang dari dalam dan luar Korea Utara.
Ada beberapa tanda harapan, Korea Utara tampaknya bersiap membuka kembali perbatasan dengan China.
Baca juga: Korea Utara Karantina Vaksin Covid-19 Bantuan WHO, Dikirim Melalui Pelabuhan China
Tetapi tidak jelas berapa banyak perdagangan dan bantuan yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan ekonomi yang telah terjadi di negara miskin itu.
Panen tahun ini sangat menentukan.
Tanaman tahun lalu sebagian hancur oleh serangkaian topan.
PBB memperkirakan bahwa negara itu kekurangan setidaknya dua sampai tiga bulan pasokan makanan.
Untuk memastikan tahun ini sesukses mungkin, puluhan ribu orang telah dikirim ke ladang untuk membantu menanam padi dan jagung, termasuk tentara.
Kim Jong-un juga dilaporkan telah memerintahkan agar setiap butir beras di negara itu diamankan dan setiap orang yang makan harus membantu panen.
"Sebuah rencana telah dibuat untuk meminimalkan kerugian dalam proses panen," kata Lee, dari Daily NK.
"Ditegaskan, sanksi tegas akan dijatuhkan jika pencurian atau kecurangan dilaporkan, sehingga menciptakan ketakutan," tambahnya.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tampaknya bersedia untuk secara terbuka mengakui parahnya situasi
Pekan lalu, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) mengatakan Kim merasa berjalan di atas es tipis karena ekonomi.
NIS juga dilaporkan kurangnya obat-obatan dan persediaan penting telah mempercepat penyebaran penyakit menular seperti demam tifoid.
Baca juga: PBB Memperingatkan Risiko Kelaparan Mengancam Korea Utara
Kekhawatiran yang berkembang ini telah diperkuat oleh media pemerintah.
Dimana, menyoroti langkah-langkah yang diambil untuk mencegah kerusakan tanaman.
Termasuk merilis poster propaganda yang menekankan upaya untuk bekerja pada produksi pangan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petani-korea-utara-bekerja-di-ladang.jpg)