Baitul Mal

Baitul Mal Optimalkan Zakat untuk Program Responsif Anak

Dari kasus tersebut, bentuk kekerasan yang paling sering dialami anak adalah pelecehan seksual dan kekerasan psikis.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
Dok BMA
Amil Baitul Mal Aceh (BMA) menyalurkan secara simbolis bantuan masa panik kepada 12 Kepala Keluarga (KK) korban musibah abrasi sungai Kluet Timur, Aceh Selatan, Kamis (1/7/2021). 

Terkait optimalisasi zakat untuk penanggulangan stunting, Anggota Badan BMA, Dr Abdul Rani Usman menyampaikan, hingga Oktober 2021, BMA telah menyalurkan bantuan kepada 50 ibu dan baduta (anak usia di bawah dua tahun) dari keluarga miskin di Aceh Jaya dan Aceh Besar. Bantuan yang diberikan berupa biaya bulanan senilai Rp500rb/keluarga. Total serapan zakat untuk program ini mencapai Rp 300 juta.

“Selain itu, pada tahun 2021, BMA juga menyediakan fasilitas sanitasi layak berupa 200 unit jamban sehat di empat kabupaten kota, yaitu di Aceh Tamiang, Aceh Jaya, Simeulu, dan Gayo Lues. Total serapan anggaran zakat untuk program ini mencapai Rp 1,5 miliar,” rinci Abdul Rani.

Peningkatan Kapasitas Amil

Untuk mempersiapkan SDM amil dan menjaga efektifitas program dalam merespon isu dan kebutuhan anak, Baitul Mal Aceh bermitra dengan Yayasan Aceh Hijau dan Unicef Indonesia mengadakan Pelatihan Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (PMEP) Program Responsif Anak untuk Baitul Mal se-Aceh. Pelatihan berlangsung selama 3 hari, tanggal 2-4 November 2021 di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh.

Selain dari Baitul Mal Aceh, pelatihan juga diikuti oleh perwakilan dari 23 Baitul Mal Kabupaten/Kota (BMK) se-Aceh. Kedepan diharapkan, zakat di seluruh BMK juga dapat dioptimalkan untuk mendukung program perlindungan dan pemenuhan hak anak. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved