Berita Aceh Tamiang
Sekda Aceh Mondok Semalam di Dayah Perbatasan Manarul Islam, Ini Pesannya Kepada Santri
Sekda Aceh menyempatkan waktu untuk mondok satu malam di Dayah Perbatasan Manarul Islam Gampong Seumadam, Kecamatan Kejuruanmuda, Aceh Tamiang
Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Herianto | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Sekda Aceh, dr Taqwallah M Kes, bersama Kepala Dinas Badan Dayah Aceh, Zahrol Fajri, S.Ag, MH dalam kunjungan kerjanya ke Aceh Tamiang terkait evaluasi pencairan dana desa dan pelaksanaan vaksin 2021, menyempatkan waktu untuk mondok satu malam di Dayah Perbatasan Manarul Islam Gampong Seumadam, Kecamatan Kejuruanmuda, Aceh Tamiang, pada Jumat (5/11) malam.
Kepada Serambinews.com, ia mengatakan mondok satu malam di Dayah Perbatasan Manarul Islam itu karena merasa rindu dengan dayah tersebut yang pernah diawasinya pada saat pembangunan dayah tersebut pada tahun 2008 lalu, pada masa rehab rekon Aceh pasca bencana gempa bumi dan tsunami.
Dayah perbatasan Manarul Islam, sempat mengalami masa surut, beberapa tahun lalu.
Tapi alhamdulillah, di bawah kepengurusan Ustad Mustafa Abdussalam Syah. M Kom, dalam beberapa tahun terakhir ini, dayah tersebut sudah kembali bangkit dengan jumlah santrinya mencapai 638 orang dan guru 45 orang.
Baca juga: BREAKING NEWS - Jalan Nasional di Sultan Daulat Terendam Banjir, Lalu Lintas Terancam Terganggu
Ia mengatakan, sebanyak 639 orang santri, putra 321 orang dan putri 318 orang, untuk tingkat MTSN dan MA/SMP dan SMA itu, wajib diurus dengan baik.
Para guru yang ada di dayah ini, harus mampu mendidik para santri itu menjadi orang yang beguna bagi ummat.
Ia mengaku berkunjung ke dayah ini, tidak hanya sekedar mondok semalam untuk lihat-lihat, tapi lebih dari itu.
“ Saya ingin merehab dan membangun dayah ini sebaik mungkin, agar santri yang belajar di dayah ini menjadi senang dan bahagia melihat tempat pemondokannya yang bersih, indah dan sejuk dengan pepohonan,”ujarnya.
Luas dayah ini seluas 5 hektar, penataan lingkungannya, menurut Taqwallah belum memberikan kesejukan bagi para santri.
Baca juga: Gajah Liar Kembali Rusak Dua Rumah Warga di Bener Meriah
Karena di depan ruang belajar dan pemondokan santri, belum ditanami berbagai macam pohon.
Di depan ruang belajar dan tempat pemondokan santri, perlu ditanam pohon bebagai jenis buah-buahan.
Sehingga pada saat pohon itu tumbuh besar, ia tidak hanya memberikan kesejukan bagi santri, tapi memberikan manfaat buah untuk para santri.
Sebelum melakukan pertemuan dengan para santri dan guru dayah di Masjid Dayah Perbatasan Manarul Islam.
Sekda Aceh itu, meninjau asrama para santri, satu persatu. Ia ingin melihat kebersihan ruang santri, sampai ke toilet dan kamar mandi dan dapur dayah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekda-aceh-di-dayah-perbatasan-2021.jpg)