Berita Lhokseumawe
AJI Gelar Nobar A Thousand Cuts, Ini Kata Ahli Pers & Advokat Muda soal Film Pembungkaman Media Itu
Acara ini diadakan Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Lhokseumawe di Aula Meurah Silue Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Acara ini diadakan Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Lhokseumawe di Aula Meurah Silue Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.
Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Ahli Pers asal Aceh Ayi Jufridar dan Advokat Muda, Sabtu (6/11/2021) mengisi diskusi setelah nontong bareng film ‘A Thousand Cuts’.
Acara ini diadakan Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Lhokseumawe di Aula Meurah Silue Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.
Syahrul yang juga Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan materi yang bertema “Impunitas Era Digitalisasi”.
Menurut Syahrul, kebebasan pers merupakan pilar demokrasi, maka ketika pers mulai mengalami diskriminasi dan kebebasan yang semakin terkekang, maka bukti telah kembali ke zaman otoriter.
Saat sekarang ini kalangan pers sangat rentan mengalami dikriminalisasi di mana mana, diancam, bunuh bahkan keluarganya diteror dan dilecehkan.
Baca juga: AJI Bireuen Gelar Nonton Bareng Film A Thousand Cuts
"Ini merupakan sebagai bukti kalau kita telah kembali ke zaman otoriter,” ujar Syahrul.
Film A Thousand Cuts, mengangkat sosok Pemimpin Redaksi portal berita online Rappler, Maria Ressa.
Dalam film tersebut mengeksplorasi konflik antara pers dan pemerintah Filipina di bawah Presiden Rodrigo Duterte
Sementara itu, pemateri kedua Ayi Jufridar wartawan senior yang juga ahli pers ini mengatakan kalangan pers harus bersatu dan kompak, sehingga mampu melawan berbagai diskriminasi.
Selain itu, juga harus mampu menyusun perencanaan liputan yang matang.
Dengan demikian mampu menghasilkan karya jurnalistik yang menarik dan tidak hanya hanya menunggu berita-berita peristiwa saja.
Baca juga: Polisi Panggil 15 Saksi Kasus Rumah Wartawan Dibakar di Agara, Dek Gam Dorong Penuntasan Kasus
“Jadi kita harus mampu menyusun perencanaan liputan yang matang dan jangan menunggu berita yang jatuh dari langit, maksudnya berita-berita tentang peristiwa dan seremonial saja,” ujar Ayi Jufridar.
Sementara itu Sutradara film Identitas yang juga Ketua Matasapi Films J Hendri Noermanmengatakan, The Thousand Cut, salah satu film dokumenter terbaik dan masuk dalam festival film dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aji-lhokseumawe-gelar-nobar.jpg)