Breaking News:

Pemko Segera Operasikan e-Parking di Kawasan Peunayong

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menguji coba operasional kawasan Parkir Elektronik

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Kawasan e-Parkir di Jalan Sri Ratu Safiatuddin diuji coba penggunaannya dan akan dioperasikan secara efektif pada akhir November 2021. 

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menguji coba operasional kawasan Parkir Elektronik (e-Parkir) di Jalan Sri Ratu Safiatuddin, Peunayong, Banda Aceh.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot MSi, didampingi Kabid Perparkiran Mahdani SE, Sabtu (6/11/2021) mengatakan, operasional kawasan parkir elektronik itu merupakan bagian dari program digitalisasi parkir di Kota Banda Aceh.

"Wujud dukungan untuk mendukung Banda Aceh Smart City serta percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, dimana sistem pengelolaan parkir menggunakan perangkat digital atau elektronik dengan metode pembayaran retribusi parkir menggunakan uang elektronik," sebut Mahdani.

Parkir elektronik juga bagian dukungan menyukseskan Gerakan Nasional Non-Tunai yang diprakarsai Bank Indonesia.(BI).  Untuk saat ini, lanjut Mahdani, dimasa uji coba pembayaran retribusi parkir bagi masyarakat pengguna jasa parkir  dapat menggunakan uang tunai dan uang elektronik yang berbasis QRIS dari smartphone, seperti LinkAja, Ovo, Gopay, DANA. Lalu PosPay maupun aplikasi mobile banking, seperti Action dari Bank Aceh dan bank lainnya.

Ke depan juga akan dapat menerima pembayaran menggunakan kartu uang elektronik seperti Emoney, Brizzi, TapCash dan Flash. "Sementara untuk karyawan usaha di kawasan tersebut  yang sering keluar masuk area parkir dapat berlangganan secara bulanan Kartu Gemilang Dishub sebagai member parkir," ungkap Mahdani.

Disebutkan, ada tiga pintu masuk  di kawasan e-Parkir yang dilengkapi dengan barriergate (palang otomatis), dimana alur sistem parkir, yaitu pengguna kendaraan mengambil struk tiket tanpa sentuh tombol pada mesin tiket di pintu masuk.

Lalu pintu barriergate terbuka dan kendaraan parkir di area parkir, pembayaran biaya parkir dilakukan pada saat keluar di pos pembayaran dengan menempelkan kartu atau scan Qris lalu pintu barriergate keluar terbuka.

"Kami harapkan kepada masyarakat untuk membayar retribusi parkir secara nontunai di kawasan e-parkir dengan menscan QRIS dari aplikasi dompet digital yg ada di smartphonenya," sebut Kabid Perparkiran Dishub Kota Banda Aceh ini.

Ia menerangkan, dengan adanya fasilitas pembayaran secara non tunai diharapkan masyarakat dapat mengikuti perkembangan era digital saat ini. Hal dimaksud juga bertujuan mencegah pungutan liar dan kebocoran PAD,  adanya transparansi dan kemudahan pengawasan penerimaan parkir juga dapat memutus mata rantai penyebaran kuman atau virus Covid-19 pada uang yang beredar.

"Direncanakan kawasan e-Parkir dan program digitalisasi parkir akan di launching oleh Wali Kota Banda Aceh akhir November tahun ini," ujar Mahdani.

Lalu Dishub juga telah memberikan pelatihan kepada petugas operator di kawasan e-Parkir serta sudah mensosialisasikan kawasan e-Parkir kepada penduduk dan pelaku usaha di area itu.

Kabid Perparkiran Mahdani, menerangkan tarif retribusi di parkir elektronik sesuai Qanun Kota Banda Aceh Nomor 3 Tahun 2021 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dan Tempat Khusus Parkir, untuk kendaraan roda dua Rp 2.000. Lalu, roda empat sebesar Rp 4.000 per sekali parkir.

Mahdani menekankan bahwa tersedianya kawasan e-Parkir selain untuk mengatasi kemacetan lalu lintas karena telah tersedia ruang parkir yang representatif, juga untuk menciptakan Kota Banda Aceh sebagai kota yang ramah lingkungan dan tertib parkir sehingga dapat mewujudkan visi  Wali Kota Banda Aceh untuk mewujudkan Banda Aceh gemilang dalam bingkai syariah.(mir)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved