Berita Kutaraja
Awas! Serangan Covid-19 Gelombang Ketiga Mengintai, DPRA Ingatkan Pemerintah dan Warga tak Lengah
“Maka kita jangan lengah, perlu juga mewaspadai agar tidak terjadi lagi lonjakan kasus di daerah kita," ujar Safaruddin mengingatkan.
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Ketua DPRA Safaruddin, Ssos, MSP mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar tidak lengah dengan kondisi Covid-19 saat ini.
Meskipun kasus corona terus menurun di Aceh, namun ia mewanti-wanti supaya terus waspada terhadap potensi lonjakan kasus gelombang ketiga.
"Di kota-kota besar dunia sudah terdengar potensi lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga,” tukasnya.
“Maka kita jangan lengah, perlu juga mewaspadai agar tidak terjadi lagi lonjakan kasus di daerah kita," ujar Safaruddin mengingatkan, Senin (8/11/2021).
Untuk diketahui, hingga Minggu (7/11/2021) kemarin, data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh menunjukkan kasus Covid-19 secara akumulatif telah mencapai 38.363 orang.
Rinciannya, sebanyak 36.219 orang telah sembuh, 2.062 orang meninggal dunia, dan 82 orang masih dalam perawatan atau isolasi mandiri.
Baca juga: Antisipasi Gelombang Baru Serangan Covid-19, Pemerintah Minta Warga Perketat Protokol Kesehatan
Politikus Partai Gerindra itu berharap, masyarakat tetap waspada bahwa potensi lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga seperti yang diprediksikan oleh para ahli, bisa juga terjadi di Aceh.
Karena itu, tegasnya, penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan dengan ketat.
"Kita bisa beraktivitas seperti biasa, tapi harus diingat juga bahwa pandemi ini belum berakhir,” ucapnya.
“Kita harus melawan Covid-19 ini secara bersama-sama, hidup berdampingan dengan pandemi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan," urai dia.
Menurut Safaruddin, disiplin protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas sudah menjadi kewajiban bagi semua masyarakat dalam menjaga diri agar terhindar dari Virus Corona.
Di samping itu, Safaruddin juga menyampaikan bahwa cakupan vaksinasi Covid-19 di Aceh masih rendah.
Baca juga: Serangan Covid baru di Rusia, Pelajaran bagi Kita
Dari target vaksinasi 4 juta jiwa penduduk Aceh, baru terealisasi sekitar 1,3 juta jiwa untuk dosis pertama.
Sedangkan warga yang telah melengkapi penyuntikan dengan dosis kedua baru 711.534 orang.
"Ini menjadi perhatian dan ikhtiar kita bersama untuk meningkatkan cakupan vaksinasi agar cepat terbentuk herd immunity dari Covid-19 di tengah masyarakat, sehingga cepat pula kita kembali dalam keadaan normal," demikian Safaruddin.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wakil-ketua-dpra-safaruddin.jpg)