Selasa, 2 Juni 2026

Internasional

Amerika Serikat Khawatirkan Peningkatan Serangan ISIS-K di Afghanistan

Amerika Serikat mengkhawatirkan peningkatan serangan afiliasi Negara Islam, ISIS-K di Afghanistan. AS juga masih sangat prihatin dengan kehadiran Al-

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Noorullah Shirzada
Anggota Negara Islam (ISIS-K) berdiri di samping senjata mereka, menyusul penyerahan diri kepada pasukan pemerintah Afghanistan di Jalalabad pada 2019 

Taliban juga menghadapi peningkatan serangan oleh musuh ideologis mereka, Negara Islam-Provinsi Khorasan, atau ISIS-K, afiliasi Negara Islam regional.

West mengatakan Washington khawatir tentang peningkatan serangan ISIS-K.

Baca juga: VIDEO - Lima Anggota ISIS-K Serbu RS Militer Taliban, 19 Tewas dan Puluhan Luka-luka

"Kami ingin Taliban berhasil melawan mereka, ketika datang ke kelompok lain," ujarnya.

"Lihat, Al Qaeda masih hadir di sana dan kami sangat prihatin," tambahnya.

Kehadiran Al Qaeda "adalah masalah yang terus menjadi perhatian kami dalam dialog kami dengan Taliban," lanjutnya.

Para pejabat AS percaya ISIS-K dapat mengembangkan kemampuan untuk menyerang di luar Afghanistan dalam waktu enam sampai 12 bulan mendatang,

Al Qaeda juga dapat melakukan hal yang sama dalam waktu satu sampai dua tahun mendatang.

West mengatakan Washington tidak serius mempertimbangkan membuka kembali kedutaan besar di Kabul.

Dikatakan, AS ingin melihat Taliban membangun catatan yang bertanggung jawab sebelum memberi opsi.

Amerika Serikat dan negara-negara lain telah mengkritik Taliban yang didominasi Pashtun.

Taliban telah mengucilkan para pemimpin kelompok etnis lain dari pemerintah.

Baca juga: Ranjau Hantam Mobil Patroli Taliban di Kubu ISIS-K, Dua Orang Tewas

Selain mencegah perempuan bekerja dan sebagian besar anak perempuan bersekolah, dan menindak hak asasi manusia dan media independen.

West mencatat Washington dan sekutunya akan melanjutkan bantuan kemanusiaan.

Namun dia mengatakan pemerintahan Joe Biden belum membuat keputusan.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved