Rabu, 29 April 2026

Berita Banda Aceh

Anggota DPRA, Asrizal H Asnawi Dorong Pemerintah Aceh Bentuk BUMD Pariwisata

"Sektor wisata kita perlu dikelola secara baik. Kami mendorong adanya BUMD yang di Aceh disebut Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) untuk hal ini agar...

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
Facebook / Asrizal H. Asnawi
Asrizal H Asnawi 

"Sektor wisata kita perlu dikelola secara baik. Kami mendorong adanya BUMD yang di Aceh disebut Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) untuk hal ini agar perekonomian bergerak," kata Asrizal kepada Serambinews.com, Selasa (9/11/2021).

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota Komisi III DPRA, Asrizal H Asnawi menyatakan sudah saatnya Provinsi Aceh miliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola sektor kepariwisataan.

Hal ini disampaikan menyusul masih banyaknya potensi kepariwisataan di Aceh yang belum dikelola secara maksimal, padahal bisa mendongkrak perekonomian daerah.

"Sektor wisata kita perlu dikelola secara baik. Kami mendorong adanya BUMD yang di Aceh disebut Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) untuk hal ini agar perekonomian bergerak," kata Asrizal kepada Serambinews.com, Selasa (9/11/2021).

Menurutnya, fungsi BUMA di bidang pariwisata ini nantinya bisa mamancing investasi datang dan masuk ke Aceh.

"Saatnya Aceh memiliki resort dan hotel kelas dunia di areal wisata seluruh Aceh," ungkap Ketua PAN Aceh Tamiang ini.

Di samping itu, Asrizal juga menyorot soal tertundanya penandatanganan MoU investasi Pulau Banyak, Aceh Singkil, antara Pemerintah Aceh dengan pihak Murban Energy, perusahaan dari Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga: Penandatanganan MoU Investasi Murban Energy di Pulau Banyak Batal, Pengamat Ekonomi: Itu Hal Wajar

Meski tertunda, Asrizal mengatakan, investasi UEA di Aceh Singkil, bukan berarti gagal.

Ia memiliki keyakinan bahwa penandatangan MoU tersebut akan terlaksana, hanya menunggu waktu saja.

Asrizal menilai, sejauh ini hanya Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang sukses menjajaki kerja sama dengan pihak asing untuk investasi di Aceh.

"Sejauh ini hanya Pak Nova yang sampai tahap penjajakan penandatanganan. Gubernur sebelum ini, hanya sebatas wacana dan tidak ada tindak lanjut," ungkap dia.

Asrizal juga mengapresiasi Gubernur Nova yang meski dalam keadaan belum sembuh total dari sakitnya, berkenan memenuhi undangan pihak UEA di Abu Dhabi.

Usaha Nova, kata Asrizal, harus dilihat dari aspek positif.

Yaitu kegigihan dan keseriusan Gubernur Nova dalam mengembangkan potensi ekowisata di Aceh, dalam hal ini di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved