Internasional
Barack Obama Serukan Aktivis Muda Berjuang Melawan Perubahan iklim
Mantan Presiden AS Barack Obama telah menyerukan para aktivis muda untuk melawan Perubahan Iklim Global. Mantan Presiden AS itu menjadi salah satu
SERAMBINEWS.COM, GLASGOW - Mantan Presiden AS Barack Obama telah menyerukan para aktivis muda untuk melawan Perubahan Iklim Global.
Mantan Presiden AS itu menjadi salah satu pemimpin yang bertanggung jawab atas kesepakatan iklim Paris 2015.
Dia datang ke pembicaraan iklim global PBB di Glasgow, menggunakan seruan lintas generasi, seperti dilansir AP, Selasa (9/11/2021).
Obama mendesak para aktivis iklim yang frustrasi untuk tetap berjuang.
Bahkan lima tahun tidak menjabat, dan sekarang berusia 60 tahun, Obama masih mengklaim hubungan dengan kaum muda liberal dan moderat.
Sebuah cara yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh Presiden AS Joe Biden (78).
Obama mengenakan kemeja lengan panjang dan tanpa dasi, rambutnya lebih putih daripada selama masa kepresidenannya.
Seroang mahasiswa Glasgow, Ross Hamilton (19) tidak terlalu memikirkan para pemimpin dunia, banyak mengobrol omong kosong.
Atau mengharapkan mencapai apa pun pada masalah yang sangat ia pedulikan, Perubahan Iklim.
Baca juga: Australia Dorong Masyarakat Beli Mobil Listrik. Dituduh Lamban Tangani Perubahan Iklim
Tapi ada satu mantan pemimpin dunia yang dipercaya oleh Hamilton.
Setidaknya saat bergabung dengan beberapa ratus mahasiswa Glasgow yang berkerumun di luar kampus yang gelap.
Mereka berharap bisa melihatn sekilas Barack Obama.
“Aku selalu menyukainya dan aku merasa dia cukup jujur." kata Hamilton.
Di dalam gedung kaca, di mana Hamilton dan mahasiswa lain dari Universitas Strathclyde Glasgow menunggu dia muncul,
Obama sedang duduk mengelilingi meja dengan selusin pendukung iklim dari seluruh dunia, mendengarkan mereka dan mendorong mereka.
“Keberhasilan gerakan ini tidak boleh berkurang bahkan jika berakhir gagal," kata Obama kepada orang-orang yang berfokus pada iklim di usia 20-an dan 30-an.
Mereka termasuk anggota parlemen, pembuat film, advokat hukum, pengusaha swasta dan publik, pemimpin yayasan dan kepala kelompok aktivis.
“Pertanyaannya, negara mana yang benar-benar memenuhi harapan kita? tanyanya.
"Dan ternyata itu adalah tempat-tempat di mana ada tekanan, di mana ada mobilisasi politik, di mana ada aktivis,” kata Obama kepada mereka.
"Itu semua akan bergantung pada kalian untuk menerapkannya," tambahnya.
Baca juga: KTT Iklim Glasgow Sepakati Penghentian Batu Bara Sebagai Bahan Bakar
Obama sebagai presiden memperkenalkan program untuk menggerakkan AS lebih ke bahan bakar terbarukan dan menjauh dari batu bara.
Meskipun penerusnya, Presiden AS Donald Trump membatalkan sebagian besar daroi rencana itu.
Tidak semua anak muda sebagai penggemar Barack Obama.
Aktivis iklim Uganda Vanessa Nakate menulis di Twitter pada Senin (8/11/2021).
Dia berusia 13 tahun ketika Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Obama.
Saat itu, AS termasuk di antara negara-negara kaya menjanjikan $ 100 miliar per tahun kepada negara-negara miskin.
Dana itu untuk membantu melawan dan mengatasi pemanasan.
Namun, Nakate mengatakan negara-negara itu melanggar janji.
Nakate mengatakan tidak menyerang mantan presiden.
"Tetapi itu adalah saya yang mengatakan sebenarnya," ujarnya.
“Uang ini sudah dijanjikan, tapi belum dikirim,” kata Nakate.
Khususnya di Eropa, para aktivis muda dipuji karena telah menekan pemerintah untuk menghadapi perubahan iklim.
Yang paling terkenal, remaja Greta Thunberg pada 2018 meluncurkan gerakan iklim.
Sejak saat itu, dia menarik ratusan ribu orang ke protes mingguan.
Untuk menuntut pemerintah mengakhiri ketergantungan pada batu bara, gas alam, dan minyak.
Setelah kesepakatan Paris, Glasgow disebut sebagai pembicaraan di mana sekitar 200 pemerintah akan menerapkan kesepakatan tersebut.
Pada Jumat (5/11/2021), Thunberg, sekarang berusia 18 tahun, menyebut pembicaraan itu kegagalan.
Berbicara kepada puluhan ribu demonstran iklim muda yang memprotes di kota tuan rumah KTT, Thunberg mengatakan setiap janji hanya "mencuci hijau" emisi untuk negara mereka sendiri.
Orang-orang muda merasa sulit untuk percaya bahwa gerakan iklim yang telah memobilisasi begitu banyak orang bisa gagal,
Luisa Neubauer, seorang pemimpin gerakan Thunberg di Jerman, mengatakan kepada Obama.
Neubauer mengatakan kepada Obama, khawatir kekecewaan akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi.
Karena orang-orang, terutama para aktivis, kehilangan kepercayaan pada janji pemerintah mereka.
Dia menyebut seringkali menjadi janji kosong, karena kurangnya kejujuran tentang kegagalan masa lalu.
Tetap pada jalurnya, kata Obama kepada para aktivis iklim.
Baca juga: China Mengolok-olok Joe Biden, Sebut Tidak Berdaya di KTT Iklim Glasgow
"Jangan berpikir bahwa Anda dapat mengabaikan politik," kata Obama di tempat pembicaraan yang membuat mantan presiden itu mendapat tepuk tangan meriah.
“Anda tidak harus senang tentang itu, tetapi Anda tidak bisa mengabaikannya," kata Obama.
"Anda tidak bisa terlalu murni untuk itu,” tambah Obama.
Dia mencurahkan sebagian besar pidatonya kepada para aktivis muda yang dia katakan datang ke Glasgow untuk bersamanya.
“Itu bagian dari proses yang akan mengantarkan kita semua,” katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/barack-obama-di-ktt-iklim-glasgow.jpg)