Senin, 4 Mei 2026

Percaya Diri Lepas dari Indonesia, Timor Leste Telan Pil Pahit, China Batalkan Kerjasama Karena Ini

Berlimpahnya ladang minyak dan gas itu juga yang jadi alasan Timor Leste nekat lepas dari Indonesia.

Tayang:
Editor: Amirullah
Freepik
(ilustrasi) Timor Leste 

SERAMBINEWS.COM - Berlimpahnya ladang minyak dan gas itu juga yang jadi alasan Timor Leste nekat lepas dari Indonesia.

Meski memiliki sumber daya alam yang melimpah di seluruh negeri, nyatanya SDM negara itu masih bahwa rata-rata.

Tak mengherankan jika pemimpin Timor-Leste begitu putus asa untuk membangun pabrik darat.

Tujuannya untuk memproses minyak dan gas yang akan diekstraksi dari ladang gas Greater Sunrise.

Sehingga mereka bisa menjualnya ke China atau negara lain untuk mendapatkan dana.

Akan tetapi, melansir laman Intisari Online, China ternyata menolak gagasan memberikan pinjaman 16 miliar Dollar AS untuk usaha ini.

Baca juga: Tetap Melarat Walau Punya Minyak Melimpah, Ternyata Kekayaan Timor Leste Selalu Digarong Australia

Dilansir dari thediplomat.com pada Rabu (27/10/2021), penolakan China sungguh di luar dugaan.

Pasalnya Negeri Tirai Bambu itu disangka berencana mendekati Timor Leste guna membangun pangkalan militer di sana.

Ini tak lain karena Timor Leste berbatasan langsung dengan Australia yang bermusuhan dengan China sekarang.

Akan tetapi nyatanya China sudah sadar bahwa urusan ladang minyak dan gas Timor Leste begitu rumit.

Di luar besarnya keinginan beberapa orang di Dili agar minyak dan gas diproses di darat, para pejabat mengungkapkan betapa berisikonya usaha itu.

Sebagai contoh, proyek Tasi Mane yang diusulkan senilai 18 miliar Dollar AS (Rp255 triliun).

Proyek itu tidak hanya akan menjadi dorongan signifikan bagi ekonomi lokal dan menciptakan banyak pekerjaan.

Akan tetapi juga merupakan simbolis bahwa Timor Leste mengambil kembali otonomi atas kekayaan alamnya sendiri.

Namun di sisi lain, mitra asing dan kelompok politisi berpendapat bahwa situs darat tidak masuk akal secara finansial atau logistik.

Bukan hanya sangat mahal untuk negara yang sudah kekurangan uang yang PDBnya hanya mencapai 1,6 miliar Dollar AS tahun lalu, secara logistik juga penuh dengan risiko.

Dari segi SDM pun proyek darat tidak akan menciptakan banyak pekerjaan bagi orang Timor Leste.

Sebab faktanya hanya sedikit warga yang memiliki keterampilan atau pengalaman yang dibutuhkan untuk membangun atau mengoperasikan pipa gas utama dan pabrik pengolahan.

Banyak mitra asing yang menganggap proyek itu adalah kesombongan warga Timor Leste.

Tapi bukannya untung, justru ada kemungkinan malah akan melumpuhkan ekonomi negara selama satu generasi.

Alhasil proyek pemrosesan minyak dan gas Tasi Mane senilai 18 miliar Dollar AS tidak mungkin terwujud.

Penurunan harga minyak dan gas sejak awal pandemi juga tidak membantu.

Malahan Timor Leste harus mau tidak mau melakukan pinjaman internasional untuk mengumpulkan dana untuk proyek tersebut.

Tapi adakah negara yang mau berinvestasi di sana dengan segala kekurangannya?

Artikel ini telah tayang di Sosok.id dengan judul Satu-satunya Alasan Pede Lepas dari Indonesia, Timor Leste Hadapi Nasib Pahit, China Batalkan Kerjasama Setelah Sadari Hal Ini

Baca juga: Abu Janda Resmi Nikahi Wynona Riesa, Hendropriyono Jadi Saksi: Mumpung Anak Bule Masih Rabun

Baca juga: Tetap Miskin Meski Punya Banyak Minyak, Uang Timor Leste Selalu Habis Karena Proyek Hantu Ini

Baca juga: 2 Alasan Cerdas BJ Habibie Melepaskan Timor Leste: Saya Tak Mau Ambil Risiko Ini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved