Kamis, 4 Juni 2026

Kesehatan

Ini 12 Kumpulan Mitos dan Fakta Seputar ASI dan Menyusui, Bunda Wajib Tahu

Ada beberapa mitos dan fakta tentang menyusui yang beredar di masyarakat yang bisa buat ibu berhenti memberikan ASI eksklusif, apa saja?

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Safriadi Syahbuddin
IST via Tribun Palu
Ilustrasi ibu menyusui 

Faktanya, puting terbenam tidak berarti tidak dapat menyusui, karena pada dasarnya bayi menyusui pada payudara bukan pada bagian putingnya.

Bayi menyusui di daerah areolanya (daerah berwarna gelap di seputar puting) dengan perekatan yang baik.

Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil sebelum melahirkan, konsultasi dengan ahli laktasinya untuk diajarkan cara perekatan secara tepat.

Baca juga: Catat Moms! Ini 14 Kombinasi Makanan Anak yang Bisa Berakibat Fatal

4. ASI belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan

Mitos : ASI belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan adalah mitos.

Faktanya, meskipun ASI tidak terasa keluar, namun kolestrum atau ASI pertama itu akan keluar langsung setelah melahirkan dan meskipun jumlahnya sedikit.

Bunda, jangan khawatir jika ASI tidak keluar sesaat setelah melahirkan, ya. Kondisi ini cukup sering terjadi dan biasanya bukanlah sesuatu yang berbahaya.

Jumlah ASI sedikit saat hari pertama setelah melahirkan, pasalnya jumlah itu akan cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi saat itu.

Seiring waktu, bayi yang menyusui akan merangsang ASI agar cepat keluar.

5. ASI pertama yang berwarna kekuningan atau kolestrum tidak baik untuk bayi

Mitos : Ada yang bilang ASI pertama berwana kuning itu basi, tidak baik untuk bayi dan bahkan harus dibuang.

Faktanya, memang benar ASI pertama itu berwarna kekuningan, namun itu tidak basi seperti yang sering kita dengar.

ASI pertama disebut kolostrum, yaitu ASI pertama yang Ibu produksi saat hamil dan selama beberapa hari setelah melahirkan.

Cairan pekat dan konsentrat berwarna kekuningan ini, sangat sedikit jumlahnya, dan memberi banyak manfaat untuk bayi.

Bagian ini sangat penting dan sangat baik bagi si kecil karena mengandung antibodi dan imunoglobulin yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved